Peternak wanita juga berperan memperhatikan masalah kebersihan lingkungan ternak untuk membantu pencegahan penularan penyakit unggas yang sewaktu-waktu bisa terjadi,"Amuntai, (Kalsel.Antaranews)-Dinas Perikanan dan Peternakan tidak hanya menyasar peternak dari kaum pria terkait pentingnya pencegahan penyakit unggas, kelompok peternak wanita juga mendapat penyuluhan bio security.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, Muhammad Suriani di Amuntai, Selasa mengatakan, semua peternak agar mewaspadai penularan virus penyakit unggas.
"Peternak wanita juga berperan memperhatikan masalah kebersihan lingkungan ternak untuk membantu pencegahan penularan penyakit unggas yang sewaktu-waktu bisa terjadi," ujar Suriani.
Suriani mengatakan, Kabupaten HSU cukup berhasil meminimalkan dampak penularan virus flu burung yang terjadi beberapa bulan sebelumnya di 2016, padahal beberapa kabupaten tetangga sudah terdampak penularan virus flu burung.
"Berkat antisipasi sejak dini dari petugas di lapangan bersama peternak yang sudah melakukan vaksinasi secara rutin sehingga HSU kurang terdampak penularan virus flu burung," katanya.
Guna memaksimalkan upaya vaksinasi dan pencegahan penularan penyakit dengan bio security, petugas dari Dinas Perikanan dan peternakan juga menyuluh Kelompok Wanita Tani (KTW) Maju Bahagia Desa Mamar sebagai lokasi sentra bibit Itik Alabio.
Diskannak melakukan kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) untuk membekali peternak itik tentang penyakit unggas dan upaya pencegahan dan mengobati unggas yang terjangkit penyakit.
Kabid Keswan dan kesmavet Diskannak Putu Susila mengakui peternak masih kurang menerapkan bio security sehingga upaya ini terus disosialisasikan kepada peternak, termasuk kepada kelompok peternak wanita.
Bio securiti intinya menjaga kebersihan hewan dan kandang dari penularan bibit penyakit dari luar wilayah peternakan.
Kepala kelompok peternak wanita juga dikenalkan pada sejumlah jenis penyakit unggas yang kerapkali menjangkiti ternak itik dan ayam selain penyakit virus flu burung.
Peternak dihimbau cepat melaporkan kepada dokter hewan terdekat atau Diskannak HSU jika menemukan gejala nmencurigakan pada ternak unggas.
"Penanganan unggas yang sakit harus cepat dilakukan, karena virus penyakit cepat menyebarnya," katanya.
Putu menghimbau peternak tidak menjual unggas yang sakit atau membuang bangkai unggas ke sungai karena bisa menyebar ke wilayah peternakan lainnya.
Desa Mamar sebagai sentra pembibitan Itik Alabio satu-satu di Indonesia, ditambah lagi itik Alabio merupakan jenis hewan plasma nuftah di Kalsel yang harus dilindungi disamping Kerbau Rawa.
Pewarta: Eddy AbdillahEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.