Dengan mengefektifkan Perda 2/2014 tersebut, ujar Pansus II LKPJ 2015 itu, kemungkinan dapat mencegah maraknya konversi lahan pertanian ke sektor industri dan perumahan.Banjarmasin (Antaranews Kalsel) - Panitia Khusus II pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah Kalimantan Selatan tahun anggaran 2015 mengharapkan pelindungan lahan pertanian berkelanjutan di provinsi tersebut.
Imam Suprastowo, juru bicara Panitia Khusus (Pansus) II bidang ekonomi dan keuangan LKPj 2015 menyampaikan harapan itu pada rapat paripurna internal DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) yang dipimpin wakil ketuanya H Hamsyuri SH di Banjarmasin, Selasa.
Pansus II LKPj 2015 yang diketuai Suwardi Sarlan itu meminta mengefektikkan kembali Peraturan Daerah (Perda) Kalsel Nomor 2 tahun 2014 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Tanaman Pangan Berkelanjutan di provinsi yang merupakan daerah agraris tersebut.
Dengan mengefektifkan Perda 2/2014 tersebut, ujar Pansus II LKPJ 2015 itu, kemungkinan dapat mencegah maraknya konversi lahan pertanian ke sektor industri dan perumahan.
Pasalnya dalam beberapa tahun belakangan masih terjadi konversi lahan pertanian tanaman pangan ke sektor industri dan perumahan di provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut.
Sebagai contoh di Kabupaten Banjar yang merupakan lumbung padi Kalsel, terutama di kawasan persawahan yang berdekatan atau merupakan tetangga Kota Banjarmasin yang juga sebagai kota industri dan perdagangan.
Berkaitan dengan masalah pertanian, Pansus II LKPj 2015 juga menyarankan, perlu pengawasan pendistribusian pupuk, serta efektifnya peran dari program-program pemerintah yang dapat menjaga stabilitas harga produksi.
Selain itu, ke depan perlu prioritas ketersediaan anggaran untuk pembelian benih-benih bersertifikat buat petani, sehingga dapat meminimalkan kerugian mereka terhadap persoalan benih, serta melakukan perbaikan penyaluran benih yang sesuai waktu tanam.
Sementara dalam LKPj 2015, untuk pembangunan sektor pertanian di provinsi yang sebagian besar penduduknya dengan mata pencaharian bertani itu, menunjukkan kemajuan.
Begitu pula kondisi ketahanan pangan di provinsi yang kini berpenduduk mencapai empat juta jiwa, semakin membaik pada tahun 2015. Hal itu tercermin dari peningkatan produksi pada beberapa subsektor pangan.
Pada tahun 2015 produksi padi Kalsel mengalami kenaikan sebesar 2,18 persen, yaitu dari 2,09 juta ton gabah kering giling (GKG) tahun 2014 menjadi 2,14 juta ton GKG, produksi jagung dari 117.985 ton menjadi 128.495 ton, dan produksi kedelai dari 8.946 ton menjadi 10.537 ton.
Pewarta: Syamsudin HasanEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.