Selain lebih mengedepankan pendekatan persuasif, bela diri yang dilatih untuk tujuan pengamanan, juga diarahkan meraih prestasi di bidang olahraga,"Amuntai, (Antaranews.Kalsel) - Aparat satuan polisi pamong praja (Satpol PP) membekali keahlian bela diri selain untuk pengamanan juga digunakan meraih prestasi di bidang olahraga.
Kepala Kantor Satpol PP Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Sugeng Riyadi di Amuntai, Selasa, mengatakan bekal bela diri yang diberikan kepada aparat satpol pp sepertii Karate, Kempo dan Gulat bisa diarahkan untuk meraih prestasi.
"Selain lebih mengedepankan pendekatan persuasif, bela diri yang dilatih untuk tujuan pengamanan, juga diarahkan meraih prestasi di bidang olahraga," ujar Sugeng.
Sugeng mengatakan, pada apel kesadaran nasional dan gelar pasukan dalam rangka HUT satpol pp ke-66 dan Satlinmas ke 54 di provinsi, Senin, ditampilkan anggota Satpol PP yang meraih prestasi di kejurda dan menampilkan aksinya didepan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.
Wakil Bupati HSU Husairi Abdi hadir pada apel kesadaran dan gelar pasukan HUT Satpol PP. Pada kesempatan apel HUT satpol pp itu, Gubernur meminta seluruh aparat Satpol PP mengikuti pelatihan karate.
"Gubernur langsung yang menjadi pelatih atau Simpai karate bagi aparat Satpol PP se Kalsel," kata Sugeng.
Khusus untuk aparat Satpol PP HSU, katanya, pernah meraih prestasi hingga ketingkat Asia untuk olahraga atletik atas nama H.Burhan, namun pelatihan karate sendiri baru akan diberikan kepada anggota Satpol PP.
Sugeng menyampaikan, berdasarkan arahkan Kemendagri yang disampaikan Gubernur Kalsel pada apel HUT Satpol PP tersebut, aparat Satpol PP diminta tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan persuasif dalam mengawal penerapan peraturan daerah.
"Pengamanan memang urusan wajib bagi Satpol PP, namun diminta mengedepankan pendekatan persuasif, pembinaan dan penyuluhan agar kesadaran hukum masyarakat bisa ditumbuhkan tanpa perlu kekerasan,"pungkasnya
Pewarta: Eddy AbdillahEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.