Penumpang kapal fery penyeberangan di pelabuhan Tanjung Serdang Kotabaru-Batulicin Tanah Bumbu di Pprovinsi Kalimantan Selatan hingga H-2 didominasi kendaraan roda dua.
Seorang penumpang kapal fery pemakai kendaraan roda dua Sugeng, Minggu, mengatakan, lokasi parkir di pelabuhan Batulicin sejak Minggu pagi dipadati kendaraan, terutama kendaraan roda dua.
"Jumlah penumpang kendaraan jenis sepeda motor naik hingga beberapa kali lipat dibandingkan dengan kondisi dua hari lalu," jelas Sugeng yang baru dua hari menggunakan jasa kapal penyeberangan dari Tanjung Serdang Kotabaru.
Sebelumnya, petugas loket kapal fery PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Supri,mengatakan, jumlah penumpang kapal penyeberangan mulai melonjak sejak H-7.
Rata-rata jumlah kendaraan roda dua yang menggunakan jasa kapal penyeberangan sekitar 500-600 unit, dan kendaraan roda empat kisaran 300 unit per hari.
Padahal, pada kondisi normal jumlah kendaran yang berangkat dari pelabuhan Tanjung Serdang-Batulicin atau sebaliknya jauh di bawah jumlah tersebut.
Supri mengaku, belum dapat memprediksikan puncak arus mudik yang menggunakan jasa kapal penyeberangan, baik yang berasal dari Batulicin ataupun Tanjung Serdang.
Sementara itu, seorang calon penumpang dari Banjarmasin menuju Kotabaru Umi Fatimah, pada Selasa (23/8) mengaku, sangat resah, karena sempat antre di pelabuhan Batulicin hingga empat jam.
"Kapal fery yang operasi hanya dua unit, ratusan kendaraan roda dua dan roda empat antre memanjang di pelabuhan Batulicin," ujarnya.
Pada waktu bersamaan, antrean panjang, juga terjadi di pelabuhan Tanjung Serdang Kotabaru.
Sementara itu, penjaga loket Supri menjelaskan, saat ini sebenarnya kapal yang beroperasi tiga unit.
"Tetapi satu unit kapal bocor, sehingga yang beoperasi hanya dua unit," katanya.
Calon penumpang tidak khawatir, karena petugas langsung memperbaiki kebocoran kapal fery tersebut./C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.