Sebagai persiapan kita melaksanakan pelatihan bagi petugas puskesmas untuk studi penilaian resiko kesehatan lingkungan dengan mengundang fasilitator provinsi dan kabupatenTanjung (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan penyusunan dan pemutakhiran Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) sebagai bagian dari program Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman (PPSP) di wilayah ini.
Anggota Kelompok Kerja (Pokja) Sanitasi bidang kesehatan, komunikasi dan pemberdayaan masyarakat Kabupaten Tabalong, Akhmad Rivai di Tanjung, Rabu mengatakan, saat ini tengah dipersiapkan studi penilaian resiko kesehatan lingkungan.
"Sebagai persiapan kita melaksanakan pelatihan bagi petugas puskesmas untuk studi penilaian resiko kesehatan lingkungan dengan mengundang fasilitator provinsi dan kabupaten," jelas Rivai.
Studi ini bertujuan untuk memahami kondisi fasilitas dan higinitas serta perilaku masyarakat pada skala rumah tangga.
Fasilitator Provinsi Kalsel Armansyah menjelaskan data yang diperoleh melalui studi penilaian atau Study Environmental Health and Risk Assessment (EHRA) nantinya digunakan pokja kabupaten sebagai bahan penetapan area beresiko.
"Selain bisa mendapatkan gambaran fasilitas sanitasi, studi EHRA juga memberikan advokasi serta informasi dasar yang valid bagi masyarakat," jeals Armansyah.
Mewakili fasilitator kabupaten Cicik Agus Sulistiani menambahkan, studi ini rencananya dilaksanakan di 12 desa dengan indikator penilaian kepadatan penduduk, angka kemiskinan, daerah aliran sungai serta wilayah rawan banjir.
"Perlu dilakukan stratifikasi desa/kelurahan agar bisa disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan rencananya ada 12 sampel desa yan menjadi sasaran studi," jelas Cicik.
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.