Pelaihari, (Antaranews Kalsel) – Sebanyak 100 peserta dari anggota PKK kecamatan,  Desa Binaan, pelajar dan remaja se-Kabupaten Tanah Laut, mengikuti Sosialisai Bebas Narkoba Dalam Keluarga tahun 2016.


Sosialisai Bebas Narkoba Dalam Keluarga tahun 2016 tersebut,  dibuka Wakil Ketua II Tim Penggerak  PKK Tanah Laut HjAhlia Abdullah, pada Senin dan dihadiri Pengurus Tim Penggerak PKK Tanah Laut, menghadirkan nara sumber Triyas Handoyo.

“Digelarnya Sosialisi Bebas Narkoba Dalam Keluarga tahun 2016 ini, karena saat ini sangat marak sekali penyalahgunaan Narkoba di Indonesia, khususnya kalangan remaja,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Rokayah Amin, di Pelaihari,.

Oleh karena itu, sebut dia,  semua pihak terkait perlu mengetahui bahaya dan cara menghindari penyalahgunaan Narkoba.

“Atas dasar inilah kami panitia penyelenggara melaksankan Sosialisai Bebas Narkoba Dalam Keluarga, dengan harapan semua pihak dapat berperan dalam menanggulangi bahaya Narkoba ini,” katanya.

Terpisah, Wakil Ketua II Tim Penggerak PKK Tanah Laut Hj Ahlia Abdullah mengatakan,  penyalahgunaan Narkoba terbukti telah merusak masa depan bangsa.

“Daya rusak Narkoba luar biasa terutama, merusak karakter manusia, merusak fisik, dan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Bahkan, ucap dia,  dalam jangka panjang berpotensi besar mengganggu daya saing kemajuan bangsa, dan tingginya jumlah penggunaan Narkoba di Indonesia.

“Peredaran Narkoba di Indonesia mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Pada  tahun 2015 diperkirakan angka prevalensi pengguna Narkoba mencapai 4,1 juta orang atau 2,2 persen dari jumlah penduduk Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, semua pihak  harus bersama-sama menata langkah pencegahan penyalahgunaan Narkoba secara lebih gencar dari pusat ke daerah yang terukur dan berkelanjutan.

Kemudian, sebut dia, langkah lainnya adalah, peningkatan upaya terapi dan rehabilitasi pecandu maupun korban penyalahguanaan Narkoba.

“Mari kita semua  menghindari penyalahgunaan Narkoba,  baik terhadap diri sendiri maupun untuk keluarga dan masyarakat umum,” demikian tegasnya./c



Pewarta: Arianto
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026