Tiap minggu kelompok kami memasarkan rata-rata 5,8 ribu ekor itik siap produksi, sekitar 2000 anak itik, itik dara 4000 ekor sehingga setiap hari pasar Selasa dan Rabu , kandang milik peternak kami sebagian besar kosong,"
Amuntai, (Kalsel.Antaranews) - Peternak itik Alabio di Desa Sungai Malang Kabupaten Hulu Sungai Utara harus mengkosongkan isi kandang ternaknya tiap minggu untuk memenuhi permintaan pasar.


Ketua Kelompok Tani Ternak Itik Karunia 2 Desa Sungai Malang,  di Amuntai, Rabu, mengatakan tiap selasa dan rabu para peternak harus menjual ternak itik mereka ke Pasar Pantai Hambawang dan Pasar Alabio berikutnya mengisi kembali kandang mereka ....

"Tiap minggu kelompok kami memasarkan rata-rata 5,8 ribu ekor itik siap produksi, sekitar 2000 anak itik, itik dara 4000 ekor sehingga setiap hari pasar Selasa dan Rabu , kandang milik peternak kami sebagian besar kosong," ujarnya.

...mengatakan, tiap minggu Kelompok ternak itik Karunia 2 juga menjual sebanyak 500 ekor itik potong atau Karkas dan 31 ribu butir telor dan 500 butir telor asin.

Pemasarannya bahkan menjangkau kota-kota di Kalsel, Kalteng dan Kaltim, khususnya memenuhi permintaan rumah-rumah makan, restarurant dan warung-warung sea food.

"Alhamdulillah sudah ada pesanan menunggu sebanyak 20.000 ekor dari Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, 2000 ekor pesanan salah satu rumah makan di Kota Pangkalan Bun, bahkan salah satu rumah makan di Palangkaraya pesan rata-rata 200 ekor perhari," tuturnya.

Minat Masyarakat terhadap daging Itik Alabio, katanya, cukup besar sehingga membuat peternak itik di Kabupaten HSU tidak pernah sepi dari pemesanan.

Ia juga menuturkan, pembeli atau pedagang pengepul kadang datang langsung ke lokasi peternakan di Desa Sungai Malang agar tidak didahului pedagang lain atau terlanjur dijual peternak ke Pasar Alabio, Pasar Induk Amuntai dan Pasar Pantai Hambawang.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten HSU Muhammad Suriani mengatakan, HSU sebagai pemasok terbesar kebutuhan akan daging Itik Alabio tentu menjaga kualitas dan kuantitas ternak itik agar tidak tercemar virus penyakit, khususnya flu burung atau Avian Influenca (AI) yang setiap tahun mengancam jenis ternak unggas ini.

"Apalagi Kabupaten HSU satu-satunya daerah yang menjadi sumber bibit Itik Alabio di Indonesia yang perlu menjaga kemurnian dan kualitas ternak itik agar bisa terus memasok daerah lain," katanya.

Bantuan obat-obatan disinfektan terus dialirkan kepada kelompok-kelompok ternak yang dibina Diskannak HSU, termasuk pembinaan, pendampingan dan pengawasan.

"Dinas Peternakan Provinsi Kalsel bersama sejumlah balai pertanian juga selalu memberikan bantuan kepada Diskannak HSU dalam membina peternak itik Alabio khususnya guna mencegah penularan penyakit unggas agar tidak mengganggu upaya pengembangan pembibitan itik Alabio," katanya.

Suriani mengatakan, populasi ternak itik Alabio di Kabupaten HSU mencapai 2,7 juta ekor dan terus bertambah setiap tahunnya seiring upaya pembinaan terhadap kelompok agribisnis ternak itik.



Pewarta: Eddy Abdillah
Editor : Eddy Abdillah

COPYRIGHT © ANTARA 2026