Drainase jalan di wilayah kota ini sebagian kurang berfungsi dengan baik, buktinya bila hujan turun beberapa ruas jalan di kota ini banyak yang teredam air," ujar Adelia, seorang pengguna jalan di Banjarmasin, Jumat.Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Warga Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan meminta Pemkot setempat untuk membenahi drainase yang berada di pinggir-pinggir jalan agar bila hujan deras bisa berfungsi mengalirkan arus air.
"Drainase jalan di wilayah kota ini sebagian kurang berfungsi dengan baik, buktinya bila hujan turun beberapa ruas jalan di kota ini banyak yang teredam air," ujar Adelia, seorang pengguna jalan di Banjarmasin, Jumat.
Apalagi di kawasan Jalan Pangeran Antasari dan Kampung Melayu beberapa hari lalu dilanda hujan deras mulai pagi hingga menjelang siang, dan jalan tersebut terendam air hingga setinggi betis orang dewasa.
Belum lagi di jalan jalan lainnya di kota itu. Hal ini terjadi kemungkinan akibat drainase jalan yang kurang berfungsi dengan baik, sehingga pemerintah kota harus serius menanganinya.
"Bahaya pagi pengguna jalan apabila jalan terendam air apalagi kalau di malam hari," katanya kepada Wartawan Antara.
Sementara itu seorang pengojek Abdullah warga Jalan Veteran juga mengatakan, saat ini hujan sering turun di wilayah Kota Banjarmasin.
Apabila pemerintah tidak cepat mengatasi kurang berfungsinya saluran pembuang air atau drainase yang ada di pinggir jalan maka jalan-jalan di kota ini akan terendam kembali.
"Saya sebagai pengojek berharap sekali jalan di kota ini tidak ada lagi yang terendam air karena sangat mengganggu terhadap pekerjaan saya dan bisa mengakibat sepeda motor mogok kemasukan air," ujarnya.
Semoga dengan Walikota Banjarmasin yang baru saja terpilih itu masalah drainase di pinggir jalan bisa di atasi dan berfungsi dengan baik serta tidak ada lagi jalan yang terendam air saat hujan turun.
Pewarta: Gunawan WibisonoEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.