Menurut Rudy di Banjarmasin Senin, kondisi ekonomi Kalimantan Selatan khususnya yang sejak beberapa tahun terakhir terimbas krisis ekonomi global, menjadi tantangan yang tidak mudah bagi dunia perbankan.
Apalagi, kata dia, hampir seluruh komoditas ekspor penopang pertumbuhan ekonomi Kalsel, seperti pertambangan, CPO dan karet, juga terkena pukulan langsung kondisi krisis ekonomi saat ini.
Namun, kata dia, Bank Kalsel, telah mampu untuk bertahan dan menjawab tantangan dalam rangka ikut berpartisipasi pada pembangunan di daerah ini.
"Ini menunjukkan bahwa SDM Bank Kalsel, yang rata-rata adalah orang Banua, tidak kalah dengan daerah lain, dan ini sangat membanggakan," katanya.
Menurut Wagub, Bank Kalsel sebagai satu-satunya banknya orang banua, hingga kini masih terus eksis maju berkembang, kontribusinya dalam pembangunan di kalsel juga terus bertambah.
Menurut dia, selama ini, Bank Kalsel juga memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi khususnya ekonomi masyarakat banua.
"Untuk itu saya memberikan penghargaan kepada seluruh jajaran bank kalsel yang telah menunjukan profesionalisme dalam menjalankan bank yang kita cintai ini," tuturnya.
Sebelumnya, Bank Kalsel menggelar penarikan undian hadiah utama selanjung rejeki 2016, dengan hadiah utama satu buah mobil Honda HRV.
Nasabah yang beruntung berasal dari Bank Kalsel cabang Satui Kabupaten Tanah Bumbu. Selain itu pula Bank Kalsel menarik undian untuk hadiah 4 buah mobil Toyota Agya.
Acara yang berlangsung meriah ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari ulang tahun Bank Kalsel ke 52.
Hadir pada acara tersebut Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Resnawan yang sekaligus melakukan penekanan tombol bola undian, selain Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Arsyadi, Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah, Wakil Bupati Batola H Mamun Kaderi, serta unsur Forkopimda dan pimpinan Bank.
Direktur Bank Kalsel H Irfani menjelaskan, sejak tahun 2014 sampai 2016 Bank Kalsel dihadapkan pada hal yang berat yaitu pengaruh ekonomi global.
Di Kalsel, kata dia, menurunnya komoditi batu bara, karet dan sawit juga berpengaruh terhadap perekonomian kalsel.
Walaupun seperti itu Bank Kalsel sebagai bank milik orang banua terus berupaya berupaya melayani pembangunan ekonomi masyarakat di Kalsel, hal ini terbukti dengan diraih nya berbagai macam penghargaan oleh Bank Kalsel.
Menurut dia, program selanjung rejeki yang diadakan tiap tahun oleh Bank Kalsel ini adalah wujud terima kasih kepada nasabahnya.
"selain kegiatan hari ulang tahun pogram ini juga sebagai bentuk terima kasih kami kepada nasabah," katanya.
Pewarta: Ulul MaskuriahEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.