Untuk penilaian Adipura 2016 beda dengan tahun sebelumnya. Pada penilaian tahun 2016 ini cuma satu kali saja dari akhir Maret sampai awal April 2016Pelaihari,(Antaranews Kalsel) - Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Riyadi mengatakan, pengumuman peraih Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia tanggal 5 Juni 2016.
"Untuk penilaian Adipura 2016 beda dengan tahun sebelumnya. Pada penilaian tahun 2016 ini cuma satu kali saja dari akhir Maret sampai awal April 2016," ujar Kepala BLH Tanah Laut Riyadi, di Pelaihari, Selasa (22/3).
Menurut dia, saat BLHD Tanah Laut bersama dinas terkait terus beruapa melakukan pembenahan objek yang menjadi penilaian Tim Adipura, agar nilai yang sudah berada pada titik aman tetap terjaga.
Diutarakannya, dengan terjaganya objek yang menjadi penilaian Tim Adipura tersebut, maka kemungkinan Tanah Laut meraih Piala Adipura 2016 terbuka, asalkan tempat proses akhir (TPA) terjaga dengan baik.
Dijelaskannya, sebagaimana pengalaman penilaian Adipura 2015 lalu, salah satu penyebab tidak berhasilnya Tanah Laut meraih penghargaan kebersihan lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI itu adalah, nilai TPA Bakunci Pelaihari dibawah 74.
Dari pengalaman penilaian Adipura 2015 tersebut, jelas dia, BLHD Tanah Laut bersama dinas terkait tidak ingin terulang lagi penilaian TPA Bakunci Pelaihari berada dibawah nilai standar sebesar 74.
Lebih lanjut dia memgemukakan, untuk mempertahankan nilai 74 TPA Bakunci Pelaihari, harus dikelola dengan baik termasuk proses pengolahan sampah, dan pengelolaan gas metan.
Apabila hal itu dikelola dengan baik dan sesuai dengan petunjuk dari kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, ucap dia, maka pihaknya optimis Tanah Laut kembali meraih Adipura 2016.
Untuk itu, dia meminta, semua elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu kebersihan lingkungan sekitar, mengingat partisipasi masyarakat sangat membantu penilaian Adipura.
Terpisah, Kepala Bidang Tata Kota Dinas Pekerjaan Umum Tanah Laut Syahrudin menegaskan, pengelolaan TPA Bakunci Pelaihari terus dilakukan pembenahan, baik pengelolaan sampah, pengolahan sampah, dan pemanfaatan gas metan.
Tidak itu saja, tegas dia, untuk menjaga keasrian TPA Bakunci Pelaihari, pihaknya menanam pohon untuk menghilangkan bau, sehingga lingkungan menjadi hijau dan tertata rapi.
Pewarta: AriantoEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.