Banjarmasin,  (Antaranews.Kalsel) - Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Selatan mencari tahu permasalahan kelistrikan di provinsinya.


"Pasalnya masalah kelistrikan di provinsi kita yang terdiri atas 13 kabupaten/kota seakan tak kunjung ada penyelesaian," ujar Sekretaris Komisi III DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Riswandi di Banjarmasin, Senin.

Ia menerangkan, untuk mencari tahu permasalahan kelistrikan di provinsi tersebut, Komisi III yang juga membidangi pertambangan dan energi meninjau Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam.

PLTU Asam-Asam (sekitar 140 kilometer timur Banjarmasin) di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalsel merupakan pembangkit terbesar saat ini di wilayah kerja PT PLN Kalselteng, dan kini sedang dalam pemeliharaan (perbaikan).

"Sebagai wakil rakyat, kami juga ingin mengetahui secara pasti kondisi PLTU Asam-Asam yang selama ini pemasok terbesar tenaga listrik untuk kebutuhan masyarakat dua provinsi bertetangga (Kalsel dan Kalteng)," ujarnya.

Apalagi, lanjut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, kabarnya di antara unit pembangkit PLTU Asam-Asam mengalami kerusakan.

Oleh sebab itu, kunjungan kerja (kunker) dalam provinsi, Komisi III DPRD Kalsel juga mau mengetahui secara pasti keadaan PLTU Asam-Asam, teruma yang mengalami perbaikan.

"Kita ingin tahu, apa yang harus mengalami perbaikan, dan apakah kerusakannya serius sehingga belakangan ini PLN Kalselteng menerapkan sistem pemadaman bergilir," tuturnya.

"Karena tahun lalu, Manajemen PLN Kalselteng berjanji, pada 2016 tidak ada lagi pemadaman bergilir. Kenyataannya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang kelistrikan itu belum tepati janji," lanjut mantan pegawai Departemen Keungan (Depkeu) RI itu.

Anggota DPRD Kalsel tiga periode bergelar sarjana ilmu pemerintahan itu berharap, rencana penambahan pembangkit pada PLTU Asam-Asam sebagaimana perencanaan awal hingga tujuh unit, segera terealisasi.

Selain itu, PLTU Pulang Pisau, Kalteng (sekitar 113 kilometer barat Banjarmasin atau 85 kilometer timur Palangkaraya, ibukota Kalteng) bisa segera terkoneksi - masuk dalam sistem jaringan kelistrikan PLN Wilayah Kalselteng.

Begitu pula Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalteng bisa segera selesai dan operasional, serta masuk dalam sistem jaringan kelistrikan PLN Wilayah Kalselteng, lanjut mantan pegawai Departemen Keuangan RI itu.

Pada PLTU Asam-Asam saat ini baru empat unit pembangkit yang operasional dengan kapasitas terpasang masing-masing 65 mega watt (MW)

Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026