Permintaan kayu lapis asal Kalsel, dari berbagai negara kini terus meningkat, terutama dengan terbukanya kembali pasar Amerika, diharapkan peluang ini bisa dimanfaatkan oleh para pengusahaBanjarmasin (Antaranews Kalsel) - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan Harymurthy Gunawan mengatakan industri kayu lapis provinsi ini kembali menggeliat seiring dengan terbukanya pasar ekspor baru seperti ke Amerika.
Menurut Harymurthy di Banjaramsin Selasa, pelemahan ekspor berbagai komoditas andalan Kalsel, tidak menyurutkan aktivitas industri di daerah ini.
Ia memberikan contoh, seperti industri kayu lapis, yang beberapa tahun sebelumnya sempat terpuruk, kini mulai membaik dan diharapkan akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Permintaan kayu lapis asal Kalsel, dari berbagai negara kini terus meningkat, terutama dengan terbukanya kembali pasar Amerika, diharapkan peluang ini bisa dimanfaatkan oleh para pengusaha,"katanya.
Berdasarkan informasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi di Kalsel saat ini cenderung naik, terutama nilai investasi dari Penanaman Modal Asing (PMA).
Meskipun peningkatan PMA sektor utama Kalsel masih tertahan, namun sektor nonlogam, seperti semen dan lainnya tumbuh meningkat.
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalimantan Selatan, Gusti Yasni Iqbal, di Banjarmasin, Selasa, mengatakan permintaan kayu lapis dalam beberapa tahun terakhir cukup besar.
Namun sayangnya, permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi secara maksimal oleh industri di Kalsel, karena keterbatasan bahan baku.
Menurut Iqbal, spesifikasi kayu lapis yang diminta oleh importir dari berbagai negara, antara lain dari Amerika, merupakan kayu dengan diameter cukup besar dan tebal, sehingga dengan keterbatasan bahan baku yang kini terjadi, permintaan tersebut sulit dipenuhi.
"Saat ini pengusaha kita telah mendatangkan bahan baku kayu dari berbagai provinsi, bahkan dari Papua, namun belum bisa memenuhi pesanan para importir dengan maksimal," katanya.
Sehingga, kata dia, kendati peluangnya cukup besar untuk meningkatkan ekspor di bidang kayu lapis, namun kemampuan untuk memenuhi pesanan relatif tidak ada peningkatan.
Kalaupun bisa meningkatkan ekspor kayu lapis, tambah Iqbal, pertumbuhannya tidak lebih dari tujuh persen.
Realisasi volume ekspor kayu lapis Kalsel selama 2015 sebanyak 234,1 ribu ton, naik sekitar 0,99 persen dibanding 2014 sebanyak 231,8 ribu ton.
Sedangkan realisasi nilai ekspornya, pada 2015 sekitar 215,2 juta dolar AS, turun sekitar 4,03 persen dibanding 2014 sekitar 224,2 juta dolar AS.
Pewarta: Ulul MaskuriahEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.