Tahun ini dana CSR untuk kabupaten Tabalong memang turun dibanding tahun lalu, sekitar Rp10,6 miliar selanjutnya kita melakukan perumusan program kegiatan dengan pemerintah daerah,Tanjung (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, umendapatkan suntikan dana dari PT Adaro Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) 2016, lebih kecil dibanding tahun lalu yang mencapai Rp17 miliar.
Hal ini disampaikan manager CSR PT Adaro Indonesia Ideham Kurniawan di Tanjung, Selasa menyusul mulai dilakukannya perumusan oleh tim sinkronisasi program CSR Kabupaten Tabalong dengan tim CSR perusahaan pertambangan batu bara ini.
"Tahun ini dana CSR untuk kabupaten Tabalong memang turun dibanding tahun lalu, sekitar Rp10,6 miliar selanjutnya kita melakukan perumusan program kegiatan dengan pemerintah daerah," jelas Ideham.
Terpisah Ketua tim koordinasi dan Sinkronisasi program CSR Kabupaten Tabalong Erwan di Tanjung, Selasa mengatakan perumusan program CSR dengan PT Adaro Indonesia telah dilaksanakan termasuk memasukkan usulan dana untuk pembangunan pusat kuliner dan pasar buah.
"Usulan untuk pembangunan pusat kuliner dan pasar buah sudah kita sampaikan ke tim CSR PT Adaro Indonesia dan selanjutnya menunggu keputusan dari pihak perusahaan," jelas Erwan.
Karena aloksi dana CSR untuk Kabupaten Tabalong berkurang dibanding tahun lalu menurut Erwan sejumlah kegiatan khususnya infrastruktur terpaksa dikurangi dan program CSR banyak diperuntukkan bagi pemberdayaan masyarakat dan ekonomi mandiri.
Dalam pelaksanaan program CSR di kabupaten paling Utara di Provinsi Kalsel ini mencakup lima bidang yakni ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial budaya dan lingkungan.
Erwan menambahkan pelaksanaan program CSR bidang pendidikan masih menjadi prioritas dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Bumi Saraba Kawa ini.
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.