Untuk tanah sport center seluas 20 hektare telah dimasukkan dalam perencanaan pengadaan tanah tahun ini dan untuk penetapan nilai tanah kita melibatkan tim afraisalTanjung (Antaranews Kalsel) - Sekretaris Daerah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Abdul Muthalib Sangadji mengatakan realisasi pengadan tanah untuk pelaksanaan pembangunan di wilayah tersebut hanya terpakai Rp7 miliar.
APBD 2015 Tabalong mengalokasikan Rp37 miliar untuk kegiatan pengadaan tanah, namun hanya terpakai Rp7 miliar karena itu ke depan perlu perencanaan yang matang dalam penyusunan dokumen pengadaan tanah, katanya saat memimpin rapat perencanaan pengadaan tanah, Rabu.
Abdul mengingatkan agar dokumen pengadaan tanah harus memuat maksud dan tujuan pembangunan serta informasi pendukung lainnya serta ada kesesuaian dengan Rencana Tata RUang Wilayah (RTRW).
Termasuk memuat informasi terkait letak tanah, perkiraan nilai tanah, rencana penganggaran hingga sesuai dengan prioritas pembangunan.
Terpisah Kabag Tata Pemerintahan Kabupaten Tabalong Akhmad Hamidi mengatakan pengadaan tanah yang belum bisa direalisasikan pada tahun anggaran 2015 diantaranya lahan untuk sport center, jalan Lingkar Selatan Maburai dan Jalan Baru Tanjung - Kelua.
"Untuk tanah sport center seluas 20 hektare telah dimasukkan dalam perencanaan pengadaan tanah tahun ini dan untuk penetapan nilai tanah kita melibatkan tim afraisal," jelas Hamidi.
Dalam perencanaan pengadaan tanah untuk kegiatan pembangunan tahun anggaran 2016 sejumlah usulan telah diakomodir diantaranya tanah untuk jalan masuk TPA di Desa Bongkang Kecamatan Haruai dan pembangunan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Desa Kabuau.
Sedangkan usulan pengadaan tanah untuk relokasi SDN Bingkai Sari ditunda menyusul rencana rehabilitas bangunan yang lama.
"Bangunan SDN Bingkai Sari sebenarnya masih layak pakai hanya perlu direhab untuk bagian yang rusak jadi tidak perlu direlokasi," jelas Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong Zainal Dahli
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.