Dua kabupaten yang akan mengikuti Pilkada serentak 2017 adalah Kabupaten Barito Kuala (Batola dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU)
Banjarmasin (Antaranews Kalsel) - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan Samahuddin Muharram menyatakan, pemilihan kepala daerah (PIlkada) serentak gelombang kedua pada 2017 di daerahnya hanya diikuti dua kabupaten. 


"Dua kabupaten yang akan mengikuti Pilkada serentak 2017 adalah Kabupaten Barito Kuala (Batola dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU)," ujarnya di Banjarmasin, Rabu.

Dikatakan dia, dari enam kabupaten yang belum melaksanakan Pilkada serentak gelombang pertama pada 2015 lalu, hanya Barito Kuala dan HSU yang masa jabatan Bupati dan Wakil Bupatinya habis pada 2017 ini.

Sementara itu, tutur dia, empat kabupaten lainnya, yakni, Kabupaten Tabalong, Tanah Laut (Tala), Hulu Sungai Selatan (HSS), dan Tapin akan mengikuti Pilkada serentak pada 2018, sesuai masa jabatan kepala daerahnya habis pada masa itu.

Menurut dia, pelaksanaan Pilkada serentak gelombang pertama pada 2015 lalu di daerah ini yang diikuti tujuh kabupaten/kota dan tingkat provinsi berjalan lancar, di mana hasil perhitungan suara sesuai ketetapan KPU, sah.

"Sebab semua pasangan yang ditetapkan KPU pemenangnya tidak bermasalah lagi untuk dilantik. Memang sebelumnya ada gugatan, tapi di tingkat Mahkamah Konstitusi (MK) kenyataannya telah ditolak," ungkapnya.

Diharapkan dia, kesuksesan penyelenggaraan akbar Pilkada serentak pada 2015 ini akan bisa terjadi pula pada Pilkada serentak di 2017 dan 2018 nantinya.

"Karena ini hanya di dua daerah, maka tugas kita akan tidak terlalu berat melaksanakannya, tinggal masyarakat saja lagi mau sadar akan pentingnya demokrasi damai di negeri ini," paparnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Barito Kuala (Batola) Nanang Kadri menyatakan, pihaknya mulai melakukan persiapan akan diselenggarakannya Pilkada di daerahnya tersebut, di mana anggaran sudah tersedia sekitar Rp14 miliar.

Menurut dia, kalau sesuai data pemilih pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur 2015 lalu, sebanyak 228 ribu orang tercatat berhak memberikan suaranya, namun yang datang ke TPS pada pelaksanaannya 9 Desember itu memang hanya sekitar 65 persennya.

"Kita yakin, partisipasi pemilih untuk datang ke TPS akan meningkat nantinya, sebab Pilkada di daerah sendiri," ucapnya.

Tinggal harapan akhir, papar dia, figur yang bertarung pada Pilkada nantinya merupakan pilihan terbaik partai politik yang mengusungnya maupun masyarakat yang mendukungnya melalui jalur independen.

"Jadi figur pasangan calon bupati dan wakil bupati ini penting juga untuk meningkatkan partisipasi pemilih, jadi kita mengharap yang maju nantinya tokoh-tokoh terbaik daerah ini," pungkasnya.


Pewarta: Sukarli
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026