"Proses pelaksanaan Pilkada langsung tidak akan mengganggu lelang proyek, karena semua sudah dipersiapkan dengan baik," kata Tarmizi, di Banjarmasin, Rabu.Banjarmasin (Antaranews Kalsel) - Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan Tarmizi A Karim optimistis pelaksanaan lelang proyek dapat dilaksanakan pada awal tahun karena seluruh pembahasan dan persiapan pelaksanaan APBD 2016 telah diselesaikan dengan baik.
"Proses pelaksanaan Pilkada langsung tidak akan mengganggu lelang proyek, karena semua sudah dipersiapkan dengan baik," kata Tarmizi, di Banjarmasin, Rabu.
Menurut dia, berdasarkan kebijakan Presiden Joko Widodo, pemerintah daerah maupun pusat diminta untuk mempercepat proses lelang atau tender, sehingga keterlambatan penyerapan dana APBD seperti tahun-tahun sebelumnya tidak terjadi.
"Januari diharapkan seluruh proyek sudah bisa dilelang, sehingga penyerapan dana bisa lebih maksimal," katanya.
Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Kalsel melambat, akibat anjloknya kinerja ekspor, karena turunnya harga berbagai komoditas, seperti batu bara, sawit, dan karet.
Diperkirakan, pada 2016, walaupun sudah mulai terjadi perbaikan, namun pemerintah tetap harus sangat hati-hati dalam memanfaatkan anggaran, dengan melaksanakan program prioritas, antara lain pembangunan infrastruktur.
Penyerapan dana APBD, kata dia, akan menjadi salah satu stimulus bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional, sehingga diharapkan hal ini menjadi perhatian seluruh pihak terkait.
"Saya minta, dinas-dinas dan instansi terkait, bisa bekerja lebih keras untuk melaksanakan setiap program yang telah ditetapkan," katanya.
Pada 2015, tambah dia, penyerapan dana dinilai belum terlalu maksimal, walaupun rata-rata berada di atas 70 persen.
Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan Selatan Harymurthy Gunawan mengungkapkan pada triwulan III-2015 ekspor komoditas Kalimantan Selatan kembali menggeliat.
Menggeliatnya berbagai komoditas ekspor tersebut, tambah Hary, mendorong perekonomian Kalimantan Selatan yang tumbuh 3,86 persen meningkat dari triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 3,16 persen.
"Peningkatan pertumbuhan ekonomi didorong oleh membaiknya sektor pertambangan seiring membaiknya ekspor batubara," katanya.
Selain itu juga didukung oleh meningkatnya sektor bangunan seiring meningkatnya aktivitas investasi, serta meningkatnya sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor keuangan, dan sektor jasa.
Dari sisi permintaan, peningkatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2015 bersumber dari peningkatan pertumbuhan ekspor, investasi, dan konsumsi pemerintah.***3***
(T.U004/B/J003/J003) 23-12-2015 19:28:07
Pewarta: Ulul MaskuriahEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.