Kepala Dinas Pendidikan Balangan Edi Yulianto di Paringin, ibu kota Balangan, Rabu mengatakan ketujuh penerima beasiswa itu telah diberangkatkan ke Kota Bogor.
"Sebelumnya Selasa (26/7) mereka telah menerima pembekalan di kantor PT Adaro Indonesia di Dahai terkait program beasiswa yang diterima," ujarnya.
Awalnya untuk Kabupaten Balangan penerima beasiswa berjumlah delapan orang namun satu orang membatalkan diri karena tidak mendapatkan izin dari orang tua.
Ketujuh siswa lulusan SMA sederajat tersebut berasal dari SMA 1 Paringin, SMA 1 Juai dan SMA 1 Awayan yang memiliki nilai UAN rata-rata minimal tujuh.
Menurut dia, program pemberian Beasiswa Untuk Daerah (BUD) dari PT Adaro Indonesia hendaknya dapat dimanfaatkan oleh siswa-siswi asal Balangan untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi.
"Ini kesempatan yang sangat bagus untuk dapat menuntut ilmu di jenjang pendidikan yang lebih tinggi secara gratis," katanya.
Kesempatan tersebut, ujarnya, hendaklah dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga nanti setelah selesai mengikuti pendidikan di IPB dapat kembali ke daerah untuk berperan serta dalam pembangunan.
"Untuk dapat masuk dan menjadi mahasiswa di IPB saja tidak mudah terlebih lagi biaya untuk itu tidak sedikit. Karena itulah kesempatan itu mohon dimanfaatkan sebaik-baiknya," tambahnya.
Program pemberian BUD sendiri telah diluncurkan oleh PT Adaro Indonesia sejak 2010 namun saat itu belum ada peserta dari Balangan.
Melalui program pemberian BUD, PT Adaro Indonesia bekerja sama dengan IPB memberikan fasilitas kepada siswa lulusan SMA sederajat dilingkungan wilayah operasional pertambangan mereka untuk mengikuti perkuliahan secara gratis dan tanpa melalui mekanisme tes.
Kepada peserta beasiswa juga diberikan tunjangan biaya pendidikan selama mengikuti pendidikan di ITB dan tunjangan biaya hidup sebesar Rp5 juta pertahun.
Program BUD Tahap II 2011 diberikan kepada 25 siswa lulusan SMA sederajat dari Kabupaten Balangan, Tabalong dan Barito Timur, Kalimantan Timur.(adi/B)
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.