Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga Mei 2011 mencapai Rp1,22 triliun naik dibanding 2010 yang hanya tercatat Rp1,04 triliun.
Kepala Bank Indonesia Regional Kalimantan Khairil Anwar di Banjarmasin, Rabu, mengatakan, penyaluran KUR tersebut menunjukkan pertumbuhan yang cukup menggembirakan, yaitu mencapai 17,05 persen.
"Pertumbuhan tersebut tentu menjadi suatu hal yang cukup menggembirakan," katanya.
Menurut dia, Bank Indonesia saat ini serius terhadap perkembangan sektor riil dan UMKM di Kalsel terutama yang bergerak di sektor pertanian dan tanaman pangan.
Terbukti, kini selain kuantitas kredit yang terus meningkat, kualitas KUR yang disalurkan oleh bank-bank pelaksana di Kalsel juga sangat baik.
Hal tersebut, tambah dia, tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) yang hanya 1,17 persen pada Mei 2011.
Rasio NPL tersebut tambah dia, jauh lebih rendah dibandingkan rasio NPL kredit secara total yang mencapai 3,35 persen.
Sementara itu, terkait dengan inflasi tambah dia, BI juga melakukan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalsel.
"Ke depan akan diupayakan untuk membentuk TPID di level kabupaten/kota yang telah dilakukan penghitungan inflasinya," katanya.
Diungkapkan juga bahwa Bank Indonesia dan perbankan bekerja sama dengan pemerintah daerah juga secara aktif mendorong pertumbuhan sektor riil dan UMKM.
Dorongan yang telah dilakukan antara lain melalui pemberian bantuan teknis dan pengembangan klaster komoditas unggulan daerah.
Upaya tersebut disinergikan dengan pengendalian inflasi daerah dengan memperkuat sisi produksi komoditas yang berdampak besar terhadap inflasi, seperti beras lokal premium.
Selain melalui KUR, pemerintah juga menyalurkan dana PNPM Mandiri untuk UMKN dan sektor riil lainnya melalui Bantuan Langsung Masyarakat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri dan Beras Miskin.
Sementara itu, total bantuan langsung masyarakat PNPM Mandiri tahun 2011 untuk Provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp161,046 miliar
Program tersebut meliputi PNPM Mandiri Pedesaan yang tersebar di 10 kabupaten pada 104 kecamatan dengan nilai bantuan sebesar Rp101,05 miliar./B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.