Hari ini kami mulai dengan menanam 10 hektare untuk kuartal I tahun 2026,"

Pelaihari (ANTARA) - Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan mencanangkan Kabupaten Tanah Laut (Tala) sebagai sentra utama produksi jagung di provinsi itu dengan potensi lahan tanam se-Kalsel mencapai 10 ribu hektare.

"Hari ini kami mulai dengan menanam 10 hektare untuk kuartal I tahun 2026," kata Yudha saat memimpin penanaman bibit jagung di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Sabtu.

Kapolda mengungkapkan potensi pengembangan lahan tanam jagung semakin terbuka dengan adanya dukungan berbagai pihak.

Untuk di Tala sendiri, PT Inhutani menyediakan lahan pinjam pakai seluas 700 hektare dipercayakan kepada Polda Kalsel untuk dimanfaatkan dalam program penanaman jagung.

Yudha menyebut secara total se-Kalsel, lahan yang tersedia mencapai 10 ribu hektare dengan yang sudah tertanam jagung sekitar 1.000 hektare.

"Untuk kuartal I tahun 2026 ini lahan siap tanam 2.813 hektare," jelasnya.
 

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan memberikan bantuan bibit kepada petani. (ANTARA/Firman)


Kapolda mengungkapkan kebutuhan jagung, khususnya untuk jenis jagung pakan ternak di Kalsel sekitar 300 ribu ton per tahun.

Didominasi kebutuhan industri pakan ternak, di antaranya PT Japfa sekitar 15 ribu ton per bulan, PT Cheil Jedang 5.000 ton per bulan dan peternak mandiri 4.000 ton per bulan.

Sedangkan kemampuan produksi baru sekitar 4.000 ton per bulan atau 48 ribu ton per tahun.

Maka dari itu, Yudha memastikan pasar jagung sangat terbuka bagi petani dan memastikan terus mendorong agar harga jualnya terjaga.

Untuk pipil basah saat ini dihargai Rp4 ribu per kilogram, sedangkan jika dikeringkan dengan kadar air 17 hingga 18 persen laku Rp5.500 per kilogram.

Bahkan jika kadar air hanya 14 persen maka bisa tembus di harga Rp6.400 per kilogram.

Harga yang lebih berpihak ke petani tersebut ditopang oleh peran Puskopol dan fasilitas pascapanen seperti bantuan mesin dryer dan corn combine dari Polda Kalsel dan pemerintah daerah.

"Jadi program swasembada jagung ini dapat memberikan kesejahteraan bagi petani karena ada kepastian harga dalam hasil panen," tegasnya.
 

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan MoU dengan Bank Himbara untuk membantu akses permodalan petani. (ANTARA/Firman)


Diketahui program tanam jagung yang dilakukan Polda Kalsel untuk mendukung swasembada pangan nasional sebagai implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto telah menghasilkan produksi jagung mencapai 6.000 ton.

Berdasarkan data terbaru pada Februari 2026 untuk produksi jagung di Kalsel mencapai 8.000 ton.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pun menjadikan Polda Kalsel sebagai percontohan keberhasilan budidaya jagung di lahan basah yang sukses mewujudkan lahan sub optimal menjadi lebih produktif.

Sementara Bupati Tanah Laut Rahmat Trianto memastikan dukungan penuh pemerintah daerah untuk keberhasilan produksi jagung secara optimal yang diinisiasi Polda Kalsel dan jajaran Polres Tanah Laut.

"Kami fokus pada peningkatan produktivitas dengan rata-rata target produksi 7 hingga 8 ton per hektare termasuk menjaga harga jual tetap stabil, terutama dengan penyerapan oleh Perum Bulog," katanya didampingi Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan.

 

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan turut melakukan penanaman jagung bersama Kapolda. (ANTARA/Firman)


Pada kesempatan itu, Kapolda melakukan penandatanganan kerja sama dengan beberapa Bank Himbara untuk membantu akses modal bagi petani baik KUR maupun pembiayaan alat pertanian.

Kapolda juga menyerahkan bantuan 1.500 kilogram bibit jagung kepada kelompok tani di Tanah Laut.

Sedangkan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin mewakili Gubernur Kalsel Muhidin turut menyerahkan bantuan 6.000 kilogram bibit jagung kepada kelompok tani di Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Kotabaru.

Diketahui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin penanaman jagung serentak kuartal I tahun 2026 yang dipusatkan di Sumatera Selatan (Sumsel) dan diikuti jajaran polda se-Indonesia secara Zoom Meeting.

Aksi nyata penanaman jagung serentak itu dilakukan di lahan seluas 3.035,89 hektare yang dikelola oleh jajaran Polda di seluruh Indonesia.

Kapolri menegaskan program ini amanah besar dari Presiden Prabowo yang harus dijalankan oleh seluruh jajaran kepolisian.
 



Pewarta: Firman
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026