Balai Inseminasi Buatan Kalimantan Selatan memproduksi semen beku kerbau untuk didistribusikan ke sejumlah provinsi lain.

"Produksi semen beku kerbau di BIB Kalsel merupakan satu-satunya di Indonesia dan telah didistribusikan ke berbagai provinsi," ujar Kepala Dinas Peternakan Kalsel Maskamian Andjam di depan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin, Sekdaprov Muchlis Gafuri dan sejumlah kepala dinas lingkup Pemprov Kalsel dalam pertemuan rutin di aula Limousin BIB Kalsel di Banjarbaru, Rabu.

Menurut dia, pihaknya berhasil memproduksi semen beku kerbau belang dan kerbau kalang sejak 2005 dan telah mendistribusikannya ke berbagai peternakan kerbau di Indonesia.

Dijelaskannya, BIB Kalsel memproduksi semen beku kerbau karena sulit mencari kerbau pejantan yang bisa dikawinkan dengan kerbau betina untuk memperbanyak populasi ternak itu.

Dikatakannya, sulitnya mendapatkan kerbau pejantan karena jumlah kelahiran kerbau jantan relatif sedikit di samping masa kehamilan kerbau betina yang cukup panjang.

"Faktor lainnya, cukup banyak peternak yang menjual kerbau pejantan karena menganggap tidak produktif sehingga BIB Kalsel memproduksi semen beku kerbau guna mendukung penambahan populasi kerbau," ungkapnya.

Disebutkannya, sejumlah daerah di Indonesia yang memiliki peternakan kerbau sudah menerima pasokan semen beku kerbau di antaranya Provinsi Banten, Aceh, Sumut, NTB dan seluruh provinsi di Kalimantan.

"Jumlah semen beku kerbau yang sudah didistribusikan ke provinsi lain hingga Juli 2011 mencapai 1.700 dosis yakni Provinsi Banten 500 dosis, Aceh 1.000 dosis dan NTB 200 dosis," ujar dia.

Ia mengatakan, produksi semen beku kerbau melalui teknologi inseminasi buatan mencapai ribuan dosis dengan harga dosis sebesar Rp7.000 untuk setiap kali suntik.

Dijelaskannya, harga semen beku itu sebenarnya tidak sebanding dengan biaya produksi yang cukup mahal karena harga ideal satu dosis semen beku diperhitungkan mencapai Rp30 ribu.

"Namun, karena tujuannya adalah membantu pengembangan ternak kerbau, semen beke kerbau itu tetap dijual ke provinsi lain yang membutuhkan," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya berencana menjual semen beku kerbau itu ke luar negeri sehingga bisa dihargai lebih mahal untuk menutup biaya produksi.

"Rencananya, semen beku kerbau dipasok ke Malaysia hingga Thailand dan Italia dengan harga sesuai nilai dolar sehingga produksi semen beku kerbau dari BIB Kalsel dikenal hingga luar negeri," katanya.(zal/B)




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026