Rilis Humas Indocement diterima Antaranews Kalsel, Senin, menyebutkan setelah lima batch sebelumnya yaitu 1-2 batch di Bandung, batch 3 di Malang, Semarang batch 4 dan batch 5 di Denpasar.
SERTARA akan dilaksanakan selama tiga hari dari 14-16 Desember 2015 di gedung Poliban Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin atas kerjasama dengan Politeknik Negeri Banjarmasin dan LPJKP Kalsel dengan mengundang PT Tata Logam Lestari (Sakura Roof) sebagai salah satu pengisi materi, ditargetkan sebanyak 100 peserta akan mengikuti pelatihan tersebut.
Sekilas SETARA
Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), masih terdapat 1,5 juta tenaga kerja kontruksi di Indonesia yang belum tersertifikasi disaat sebagain besar tenaga kontruksi di ASEAN telah memiliki sertifikasi keterampilan.
Dengan latar bekalang tersebut Indocement meluncurkan SETARA yang merupakan hasil kerja sama antara Indocement, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (kemenPU-PERA) serta Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) dan beberapa perguruan tinggi di Indonesa.
Peluncuran SETARA diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan tenaga kontruksi di Indonesa agar setara dengan tenaga kerja terampil negara lain yang bersertifikasi dan mampu bersaing dimasa yang akan datang.
SETARA hadir untuk menciptakan tenaga kontruksi yang memilik nilai lebih, profesional dan berkualitas untuk tercapainya kepuasan pelanggan dalam membangun kehidupan bermutu sesuai dengan moto Indocement yaitu Turut Membangun Kehidupan Bermutu. Ditargetkan SETARA akan mencetak 10.000 tukang bangunan tersertifikasi sebelum 2020.
Peserta SETARA tidak hanya mendapatkan pengetahuan dalam bidang keterampilan kontruksi saja, namun mereka juga diberikan pelatihan mengenai perundang-undangan tentang jasa kontruksi, praktik Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), manajemen kontruksi, perencanaan anggaran biaya dan pengajuan tender, kewirausahaan serta aplikasi produk terkini dalam dunia kontruksi./e
Pewarta: AsmuniEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.