Budidaya Tanaman Buah Melon ini untuk pertama kalinya dilakukan petani di Kabupaten Hulu Sungai Utara, apalagi tanaman melon ini ditanam petani dilahan lebak diantara tanaman padi,Amuntai, (Antaranews.Kalsel) - Petani menanam terong, waluh atau lombok sudah biasa dilakukan dilahan padi, namun menanam Melon dilahan pertanian baru pertama kali dilakukan petani di Desa Tambalang Kecil Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan.
"Budidaya Tanaman Buah Melon ini untuk pertama kalinya dilakukan petani di Kabupaten Hulu Sungai Utara, apalagi ditanam tanaman melon ini ditanam petani dilahan lebak diantara tanaman padi," ujar Pejabat dari Badan Penyuluh pertanian Ilhamsyah Noor di Amuntai, Sabtu.
Ilhamsyah mengatakan budidaya Melon ini meningkatkan pendapatan petani karena harga jualnya yang cukup mahal mencapai Rp15 per kilogram atau sekitar Rp45 ribu perbiji.
Keberhasilan Budidaya Buah Melon dilahan pertanian lebak ini, kata Ilham akan mampu mensejahterakan petani mengingat masih banyak lahan pertanian yang belum dimanfaatkan.
"Selain itu tanaman waluh, terong dan lombok yang biasa dikembangkan petani dilahan pertanian masih terkendala pemasaran," katanya.
Dikatakann meski panen Buah Melon di Desa Tambalang masih terbatas namun memberikan harapan bagi petani lainnya yang ingin mengembangkan berbagai tanaman holtikultura dilahan pertanian padi.
Sebanyak 70 batang Tanaman Melon yang ditanam petani menghasilkan panen mencapai dua pikul.
Bupati HSU Abdul Wahid saat menghadiri temu lapang petani padi di Desa Tambalang Kecil yang sudah mampu tanam dan panen padi sebanyak tiga kali sempat melihat langsung budidaya Tanaman Melon.
"Budidaya Melon ini terobosan yang bagus untuk dikembangkan petani lain, siapa tau nanti daerah kita menjadi penghasil melon yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani," kata Wahid.
Pewarta: Eddy AbdillahEditor : Eddy Abdillah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.