Murah senyum, memiliki makna yang dalam, dengan murah senyum, maka relawan bekerja dengan senang hati, berbagai persoalan yang terjadi dilapangan juga bisa diselesaikan dengan lebih damai dan tenangBanjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Calon Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Farid Hasan Aman mengatakan slogan "Murah Senyum" yang mereka pakai untuk mensosialisasikan pencalonannya dalam pemilihan kepala daerah memiliki pengaruh besar untuk mendulang suara pasangan calon independen tersebut.
Menurut Farid di Banjarmasin Kamis, slogan "murah senyum" benar-benar mengena di hati masyarakat dan menjadi senjata ampuh untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam Pilkada kali ini.
"Murah senyum, memiliki makna yang dalam, dengan murah senyum, maka relawan bekerja dengan senang hati, berbagai persoalan yang terjadi dilapangan juga bisa diselesaikan dengan lebih damai dan tenang, dan dengan murah senyum, masyarakat juga lebih ringan untuk menerima kami dan datang ke TPS," katanya.
Bila nantinya, Muhidin-Farid diberikan amanah untuk memimpin Kalsel, tambah Farid, maka slogan murah senyum juga sangat tepat untuk diterapkan dalam keseharian pemerintah saat melayani masyarakat.
Seluruh pegawai, kata dia, akan dengan senyum melayani masyarakat, sehingga masyarakat juga akan lebih senang, begitu juga pelayanan di rumah sakit, puskesmas dan lainnya, bila dilayani dengan murah senyum, maka pasien akan lebih cepat sembuh.
"Jadi slogan murah senyum, bukan hanya sekedar slogan, tetapi adalah tekad kita untuk membangun Kalsel lebih baik dan damai," katanya.
Terbukti, dengan pemimpin dan pengabdi masyarakat yang banyak senyum, akan mampu menggerakkan hati masyarakat dalam melaksanakan berbagai kegiatan pembangunan dengan lebih baik.
"Jadi murah senyum, adalah stretegi yang sangat ampuh dalam mendulang suara kali ini, sedangkan strategi lainnya, hanya mengiringi saja," katanya.
Menanggapi perolehan sementara perhitungan cepat, yang memenangi pasangan Muhidin - Farid, dia menyatakan belum berani mengeluarkan pendapat, pihaknya bersama tim, tetap melakukan koordinasi untuk mengawal pelaksanaan Pilkada ini.
Menurut dia, pihaknya akan tetap menunggu hasil resmi dari KPU, dan hasil dari pengumpulan suara dari tim, yang kini sedang dalam proses penghitungan.
"Dari hasil suara yang masuk, kami yakin kita mendapatkan suara lebih banyak, seperti di Banjarmasin kita mendapatkan kemenangan telak, begitu juga dengan di beberapa kabupaten dan kota," katanya.
Nammun demikian, kata dia, pihaknya tetap akan menunggu penghitungan suara selesai 100 persen, baik dari KPU maupun dari seluruh tim sukses yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.
Berdasarkan data penghitungan cepat, pasangan Muhidin - Farid Hasan Aman, mendapatkan suara 41,03 persen, unggul tipis dibanding pasangan Sahbirin Noor - Rudy Resnawan yang mendapatkan suara 40,96 persen, sedangkan pasangan Zairullah Azhari - Muhammad Sapi"i hanya mendapatkan suara 18 persen.
Sebelumnya, pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor dan H Rudy Resnawa juga mengklaim memperoleh suara terbanyak dari paslon lainnya pada Pilkada yang berlangsung pada 9 Desember 2015.
Hal ini disampaikan ketua tim pemenangan paslon Birin-Rudy, H Rudy Ariffin saat jumpa press di Hotel Mercure Banjarmasin sekitar pukul 21.30 Wita, Rabu.
"Hasil real count yang kita miliki hingga 74,8 persen masuk suara di seluruh TPS ini, Pasangan Birin-Rudy (Biru) mendapatkan hasil mencapai 44,1 persen," ujarnya.
Dikatakan dia, perolehan suara hasil real count atau perhitungan secara nyata dari laporan tim relawan mereka di setiap TPS hingga 74,8 persen dari sebanyak 8.706 TPS yang tersebar di 13 kabupaten/kota, pasalon nomor urut 2. Birin-Rudy memperoleh sebanyak 520.932 suara.
Sementara itu, kata dia, dua pasangan lainnya, yakni, paslon nomor urut 1. H Zairullah Azhar dan HM Syafi`i memperoleh suara sebanyak 233.391 suara atau 19,8 persen, dan paslon nomor urut 3. H Muhidin dan H Farid Hasan Aman memperoleh suara sebanyak 425.923 suara.
Pewarta: Ulul MaskuriahEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.