Menteri Negara Pemuda dan Olah raga Andi Malarangeng Senin petang membuka kemah bhakti pemuda petama digelar Komite Nasional Pemuda Indonesia se-Kalimantan Selatan di Kotabaru, 24-27 Juli 2011.
Ketua KNPI Kotabaru H. Fitriadi M Hum mengatakan, kemah bhakti pemuda KNPI di Kotabaru digelar bertepatan dengan hari ulang tahun ke-38 KNPI."Mudah-mudahan dari 13 kabupaten dan kota di Kalsel tahun depan ada yang siap menjadi tuan rumah kemah bhakti KNPI se-Kalsel II," harap Fitriadi.
Fitriadi menjelaskan, kemah bhakti pemuda KNPI se-Kalsel diikuti oleh 152 peserta dari 12 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan, kecuali Kabupaten Barito Kuala.Ketua KNPI Kalimantan Selatan Yazili Fauzi mengatakan, pemuda memiliki potensi sangat besar untuk menjadi agen pembangunan.
"Menjelang pemilihan umum kepala daerah, pemuda banyak dicari untuk kepentingan politik tetapi setelah pesta demokrasi berlalu pemuda dilupakan begitu saja," ujarnya.Bahkan yang lebih ironis lagi, KNPI yang merupakan wadah pemuda yang telah banyak berjuang untuk daerah dan sekaligus calon pemimpin itu kegiatannya tidak didukung dana APBD.
Meski kurang diperhatikan, Yazili mengajak anggota KNPI pemuda-pemudi di Kalsel terus berbuat untuk daerah dan masyarakat walaupun kenyataan kegiatannya ini tidak mendapatkan suntikan dana dari pemerintah.Wakil Gubernur H Rudy Resnawan menjelaskan, pihaknya siap memberikan dana untuk kegiatan KNPI akan tetapi organisasi tersebut harus membuat proposal kegiatan dan mengajukannya sebelum tahun anggaran berjalan.
"Tidak mungkin pemerintah memberikan dana pada pertengahan anggaran dan tidak mungkin memberikan dana tanpa ada rencana kegiatan," ujarnya.
Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng mengajak KNPI di daerah untuk tetap bersatu dan tidak terpecah seperti halnya di KNPI pusat.
"Jangan melihat kondisi KNPI di pusat, tetapi berbuatlah yang terbaik untuk masyarakat dan negara," katanya.(B/A)
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.