"Tingkat inflasi di Kalsel tersebut gabungan dari Kota Banjarmasin dan kota Tanjung, ibukota Kabupaten Tabalong (wilayah paling utara provinsi tersebut)," lanjutnya kepada wartawan di Banjarmasin.
Banjarmasin (Antaranews Kalsel ) - Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan mengungkapkan, tingkat inflasi di provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut November 2015 kembali naik.


Pada November 2015 tingkat inflasi di Kalimantan Selatan (Kalsel) 0,43 atau naik 0,23 persen dari Oktober 2015, ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi tersebut, Dyan Pramono Effendy di Banjarmasin, Selasa.

Sedangkan sebelumnya, inflasi di Kalsel Oktober 2015 sebesar 0,20 persen atau turun bila bandingkan dengan September 2015 yang mencapai 0,56 persen, ungkapnya didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS provinsi setempat, Arih Dwi Prasetyo.

"Tingkat inflasi di Kalsel tersebut gabungan dari Kota Banjarmasin dan kota Tanjung, ibukota Kabupaten Tabalong (wilayah paling utara provinsi tersebut)," lanjutnya kepada wartawan di Banjarmasin.

Kemudian pada November 2015 di "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" Kalsel itu laju kumulatif tahun 2015 (November 2015 terhadap Desember 2014) mengalami inflasi sebesar 3,85 persen atau naik 0,45 persen dibandingkan dengan Oktober 2015.

Sementara laju inflasi "year on year" (y-o-y) pada kumulatif November 2015 mengalami penurunan dibandingkan dengan Oktober 2015 dari 6,67 persen menjadi 3,85 persen atau turun 2,82 persen.

Khusus tingkat inflasi di "kota seribu sungai" Banjarmasin pada November 2015 sebesar 0,41 persen atau naik bila dibandingkan dengan Oktober 2015 yang hanya 0,16. Laju kumulatif tahun 2015 terjadi inflasi 3,71 ersen dan laju inflasi y-o-y sebesar 5,40 persen.

Komoditas pendorong inflasi November 2015 di kota seribu sungai dengan andil tertinggi antara lain ikan gabus (haruan), kacang panjang, sewa rumah, roti manis, ikan nila, mentimun, dan susu untuk balita.

Sedangkan tingkat inflasi di "kota minyak" Tanjung (236 kilometer utara Banjarmasin) pada November 2015 sebesar 0,71 persen. Laju kumulatif tahun 2015 mengalami inflasi 5,75 persen, dan laju inflasi y-o-y 8,27 persen.

Komoditas pendorong inflasi dengan andil tertinggi di kota minyak itu antara lain kacang panjang, daging ayam ras, mentimun, sawi hijau, ikan (iwak) haruan, rawon, ikan nila, cabai rawit, dan jagung manis.

Dari sembilan kota di Kalimantan yang menjadi sampel, tingkat inflasi tertinggi November 2015 masih kota Palangkaraya, Kalteng 0,85 persen sebagaimana Oktober 2015 sebesar 2,58 persen, kemudian Tanjung Kalsel 0,71 persen.

Kemudian tingkat inflasi terendah atau yang mengalami deflasi dari kota-kota di Kalimantan yang menjadi sampel, yaitu Singkawang, Kalimantan Barat 0,03 persen dan Pontinak Kalbar 0,14 persen. 


Pewarta: Syamsudin Hasan
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026