Banjarmasin (ANTARA) - Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) yang juga membidangi perhubungan mengharapkan jalan-jalan di provinsinya agar menunjang kenyamanan mudik lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah.

Ketua Komisi III H Sahrujani mengemukakan harapan tersebut melalui WA-nya menjawab Antara Kalsel di Banjarmasin, Senin (14/3/22) karena sebentar lagi bulan puasa Ramadhan tidak berapa lama tiba Idul Fitri 1443 H.

Sementara dari pantauan di lapangan terdapat beberapa ruas jalan, baik arah ke daerah hulu sungai atau "Banua Anam" Kalsel yang mengalami kerusakan dan memerlukan segera perbaikan - setidaknya pemeliharaan supaya jangan bertambah parah 
Kondisi ruas jalan Pulau Pinang (sekitar 90 kilometer dari Banjarmasin), Kabupaten Tapin. Foto 6 Maret 2022. (Syamsuddin Hasan)

Sebagai contoh ruas jalan Pulau Pinang (sekitar 90 kilometer utara Banjarmasin) terdapat banyak lubang, baik kendaraan bermotor roda dua ataupun roda empat harus ekstra hati-hati melintas, terlebih malam hari guna menghindari kecelakaan lalulintas (lakalantas).

Keadaan hampir serupa walau tak sama dengan ruas jalan Pulau Pinang yaitu antara Pantai Hambawang (155 kilometer utara Banjarmasin), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) - Amuntai (185 kilometer utara Banjarmasin), ibukota Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

"Untuk peningkatan/perbaikan jalan Pantai Hambawang - Amuntai itu menghabiskan puluhan miliar rupiah pada Tahun Anggaran 2021," ungkap Sahrujani, mantan Ketua DPRD HSU tersebut saat pertemuan dengan Komisi III DPRD Kabupaten Tabalong, Kalsel beberapa waktu lalu.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kalsel Muhammad Syaripuddin SE MAP menginformasikan, pada jalan trans Kalimantan lintas timur/tenggara provinsinya tersebut juga terdapat beberapa ruas jalan rusak yang memerlukan segera perbaikan agar tidak bertambah parah.

"Di wilayah Kabupaten Tanah Laut (Tala) sudah relatif baik, tetapi untuk wilayah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) yang masih banyak jalan rusak," ungkap wakil rakyat yang akrab dengan sapaan Bang Dhin tersebut.

"Memang Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Kalsel sudah melakukan perbaikan jalan tersebut dengan sistem tahun jamak, tapi yang menjadi masalah angkutan melebihi ketentuan maksimal data beban jalan," ujar mantan anggota DPRD Tanbu itu.

Sebagai contoh angkutan hasil tambang dan perkebunan besar kelapa sawit rata-rata muatannya belasan ton, bahkan terkadang tronton pengangkut semen mencapai puluhan ton, lanjut wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel VI/Kabupaten Kotabaru dan Tanbu tersebut.

"Sedangkan kemampuan daya beban jalan di Kalsel baru maksimal delapan ton atau kelas III. Dengan tonase yang berat itulah mempercepat kerusakan jalan tersebut," demikian Bang Dhin.

Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026