Wali Kota Banjarmasin, H Muhidin di Banjarmasin, mengatakan bahwa para finalis Nanang-Galuh seharusnya menggunakan bahasa Banjar bukan memakai bahasa asing.
Sedikit kekecewaan Wali Kota tersebut terlihat pada saat dirinya ikut menyaksikan acara pemilihan Nanang Galuh Banjar yang dilaksanakan pada Jumat (15/7) sekitar pukul 20.00 wita hingga selesai.
Acara pemilihan Nanang-Galuh yang di ikuti oleh 12 pasang Finalis yang masuk Grand Final itu bertempat di Grand Restauran yang berlokasi di jalan Pangeran Antasari Kota Banjarmasin.
Lanjut Muhidin, seharusnya para juri dan 12 pasang finalis itu memperhatikan sekali maksud acara tersebut dan lebih menonjolkan budaya dan bahasa daerah bukan menonjol bahasa negara lain.
Apalagi, acara Nanag-Galuh itu acara yang mana identik sekali dengan daerah khususnya Banjarmasin jadi sudah sepantasnya mengedepankan bahasa Banjar ucapnya sekali lagi dengan tegas.
"Ini acara identik dengan budaya Banjarmasin jadi para finalis dan juri harus melihat benar, dan bukan itu saja dalam menjawab pertanya seharusnya bisa mengedepankan bahasa banjar bukan malah menonjolkan bahasa asing," cetusnya dengan sedikit kecewa.
Muhidin sangat mengharapkan agar kedepannya nanti pemilihan Nanang-Galuh Banjarmasin itu lebih mengedepankan bahasa Banjar bukan bahasa yang lain yang tidak termasuk dalam poin acara yang sangat identik dengan budaya Banjar itu.
Lanjut Muhidin, acara pemilihan Nanang-Galuh Banjar itu sangatlah bagus dengan adanya penampilan tari-tarian daerah, selain itu penontonnya pun sangat antusias dan heboh.
"Kedepannya nanti diharapkan agar pemilihan Nanang-Galuh Banjar itu lebih di poin kan dengan penggunaan bahasa banjar karena harus indentik denga budaya setempat, tapi acara ini cukup bagus mendorong semangat remaja putra putri untuk tampil," terangnya.
Para finalis yang masuk itu sudah pasti bisa bahasa asing dari negara lain sehingga hal tersebut tidaklah masuk poin besar dalam penjurian dan dilihat tidak ada sesi penggunaan bahasa Banjar oleh para finalis dalam menjawab pertanyaan, semoga kedepannya sesi tersebut diadakan dalam acara pemilihan Nanang-Galuh tersebut.
"Para finalis yang masuk itu pasti bisa bahasa asing, jadi itu bukan masuk poin besar, yang seharus penggunaan bahasa banjar yang harus masuk poin besar dalam penilaian, diharapkan sesi penggunaan bahasa banjar haruslah ditampil bukan malah ditinggal," harap Muhidin.
Berdasarkan pantauan ANTARA, dari 12 pasang finalis yang masuk pemilihan Nanang-Galuh itu ada sekitar tiga pasang finalis yang menjawab pertanyaan dengan menggunakan bahasa asing dalam acara pemilihan Nanang-Galuh Banjar 2011-2012 itu
Pemilihan Nanang-Galuh Banjar Kota Banjarmasin itu yang seleksinya sangat ketat dan diikuti 12 pasang finalis dan diawasi para dewan juri itu akhirnya dimenangkan oleh pasangan Dendy Pramanandi dan Nafisah sekaligus ditobatkan sebagai Nanang-Galuh 2011./her*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026