"Kami akan melakukan penyidikan dan penyelidikan terhadap kasus ini dan tim segera diturunkan ke sana guna memeriksa para saksi-saksi," ucap Direktur Kriminal Umum Poldak Kalsel Kombes Pol Yustan SIK di Banjarmasin, Rabu.Banjarmasin (Antaranews Kalsel) - Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Kalsel segera menurunkan tim guna menyelidiki kasus tewasnya asisten/pembantu rumah tangga yang diduga dianiaya istri majikannya yang sebelumnya bertugas sebagai Wakapolres Tapin, Kalsel.
"Kami akan melakukan penyidikan dan penyelidikan terhadap kasus ini dan tim segera diturunkan ke sana guna memeriksa para saksi-saksi," ucap Direktur Kriminal Umum Poldak Kalsel Kombes Pol Yustan SIK di Banjarmasin, Rabu.
Ia mengatakan, penyidikan dan penyelidikan itu untuk mengumpulkan keterangan-keterangan dari para saksi dan menambah keterangan dari saksi yang ada.
Saat ditanya apa perlu dilakukan otopsi terhadap korban, Yustan terus mengatakan untuk hal itu sudah ada hasil pemeriksaan dari rumah sakit saat korban dibawa ke rumah sakit yang ada di kota setempat.
"Hasil pemeriksaan kami ambil dari dua rumah sakit yaitu Rumah Sakit Datu Sanggul Kabupaten Tapin dan Rumah Sakit Islam Banjarmasin," tuturnya.
Untuk diketahui berdasarkan informasi yang didapat oleh Wartawan Antara, nama pembatu rumah tangga itu diketahui bernama Komang dan ia bekerja di rumah mantan Wakapolres Tapin Kompol RS dan diduga tewas karena dianiaya istri orang nomor dua dijajaran Polres Tapin itu berinisial IM.
Bukan itu saja, usai dinyatakan tewas oleh pihak Rumah Sakit Islam pada Kamis, 1 Oktober 2015. Jasadnya kemudian dibawa ke bandara sekitar pukul 04.00 dini hari untuk dipulangkan ke kampung halamannya.
Menurut informasi yang didapat kematian Komang belum diketahui siapa yang melakukan kekerasan terhadap korban. Namun menurut informasi yang beredar korban tewas setelah mendapat tindak kekerasan dari istri Kompol RS dan saat ini Kompol RS sudah dipindah tugaskan ke Sekolah Polisi Negara Banjarbaru, Kalsel. ***2***
(T.G007/B/A029/A029) 21-10-2015 22:30:46
Pewarta: Gunawan WibisonoEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.