"Pusat Data dan Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan melaporkan, pada Jumat pukul 17.00 Wita, di Kalimantan Selatan terdeteksi 52 titik api dan 38 di antaranya ditemukan di wilayah Kotabaru," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotabaru Irian Noor melalui Kasi Penanggulangan Bencana Sugeng di Kotabaru, Jumat.
Sedangkan sisanya terdapat di Kabupaten Tanah Laut ditemukan 1 titik panas, Tanah Bumbu ditemukan 4 titik panas, Barito Kuala ditemukan 4 hotspot dan Tapin ditemukan 5 titik panas.
Selanjutnya 38 titik panas di Kotabaru tersebar di sembilan kecamatan yang terdapat di daratan Kalimantan dan kepulauan.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gusti Syamsir Alam Stagen, Kotabaru, menyebutkan Kecamatan Hampang ditemukan 2 titik panas, Kelumpang Hulu 1 titik panas, Kelumpang Utara 8 titik panas, Pamukan Utara 1 titik api, Pulau Laut Timur 10 titik panas dan Pulau Sebuku 1 titik panas.
Selanjutnya Kecamatan Pulau Laut Kepulauan ditemukan 1 titik panas, Pulau Laut Selatan ditemukan 7 titik panas dan Pulau Laut Tengah ditemukan sebanyak 7 titik panas.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari Pusat Data dan Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Selatan, pada Jumat pukul 06.00 Wita di Kalsel ditemukan delapan titik panas.
Titik panas tersebut tersebar di Kotabaru sebanyak 2 titik panas, Tanah Bumbu ditemukan 3 hotspot, Barito Kuala ditemukan 1 titik panas dan Tapin ditemukan 2 titik panas.
Selain titik panas, BPBD Kalsel juga menyampaikan informasi kondisi gelombang di perairan selatan Kalimantan Selatan setinggi 1,5 meter - 3 meter dan di perairan Kotabaru setinggi 1,5 meter - 2,5 meter.
Data satelit pada 16 Oktober di wilayah Kalimantan Selatan masuk dalam blank area sehingga data hotspot tidak dapat mewakili keadaan sebenarnya.
Pewarta: Imam HanafiEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.