Seorang sopir angkutan kota dalam provinsi (AKDP) Kotabaru-Banjarmasin, Udin, Rabu, mengatakan, dua hari terakhir jumlah antrean kendaraan di pelabuhan penyeberangan relatif normal.
"Padahal sebelumnya, antrean calon penumpang kapal fery baik dari arah Kotabaru maupun dari Batulicin cukup padat, karena terjadi lonjakan penumpang diakhir liburan sekolah," katanya.
Dalam kondisi padat tersebut, Udin mengaku baru bisa berangkat sekitar pukul 00.00 Wita, namun kini sudah bisa berangkat lebih cepat.
Rocmad penumpang kapal fery mengaku, sempat mengantre hingga lima jam di pelabuhan Tanjung Serdang, saat hendak ke Banjarmasin untuk sebuah urusan.
"Padahal, kami selama ini tidak pernah mengantre kendaraan hingga lima jam," tuturnya.
Seorang pengusaha transportasi bus Nuraksin mengatakan, terpaksa ia meminta sopirnya menyeberang melalui pelabuhan Stagen-Tarjun untuk menghindari padatnya antrean penumpang di pelabuhan penyeberangan Batulicin-Tanjung Serdang.
Melalui pelabuhan Stagen-Tarjun adalah jalur alternatif apabila sewaktu-watu terjadia antrean panjang di pelabuhan Tanjung Serdang-Batulicin.
"Meski harus melintasi jalan rusak berbatu hingga berpulu-puluh kilometer itu jauh lebih baik bagi bagi penumpang," terangnya.
Bagi penumpang ujar Aksin, ingin perjalanannya lancar dan cepat tanpa ada rintangan sekecil apapun.
"Meski kami harus berkorban menambah biaya bahan bakar itu tidak masalah, karena yang terpenting bagi kami penumpang puas," tambahnya./C
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.