Kepala Dinas Kehutanan Tanah Laut Ahmad Hairin di Pelaihari, Selasa, menjelaskan, kepada Dirjen BPDASHL pihaknya menjelaskan bahwa kebakaran di sekitar Gunung Kayangan tersebut mengakibatkan sekitar 10 hektare lahan terbakar dan sebagian tanaman maPelaihari (Antaranews Kalsel) - Jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan meninjau potensi hutan di Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Selasa.
Rombongan yang dipimpin Direktur Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Hilman Nugroho itu langsung menuju Gunung Kayangan untuk melihat kondisi areal yang terbakar beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Kehutanan Tanah Laut Ahmad Hairin di Pelaihari, Selasa, menjelaskan, kepada Dirjen BPDASHL pihaknya menjelaskan bahwa kebakaran di sekitar Gunung Kayangan tersebut mengakibatkan sekitar 10 hektare lahan terbakar dan sebagian tanaman mati.
Areal Gunung Kayangan seluas kurang lebih 60 hektare, ungkap dia, merupakan hutan kota dan ruang terbuka hijau berfungsi sebagai tempat pariwisata dan pengembangan keanekaragaman hayati, khususnya tanaman endemik dari spesies lokal dan langka.
Setelah meninjau Gunung Kayangan, rombongan Dirjen BPDASHL menuju Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Tanah Laut.
Setelah melakukan pertemuan dengan Kepala KPHP Tanah Laut Heru Wibowo, Dirjen BPDASHL bersama rombongan melakukan pertemuan dengan Wakil Bupati Tanah Laut.
Usai pertemuan dengan Wabup, rombongan Dirjen BPDASHL kembali meninjau Desa Ranggang, Kecamatan Takisung untuk melihat kegiatan Hutan Rakyat.
Di tempat tersebut, rombongan diterima Kelompok Tani Sido Maju, dan dilakukan dialog antara Dirjen BPDASHL perwakilan kelompok tani setempat.
Lebih lanjut dia mengemukakan, Hutan Rakyat di Desa Ranggang mulai dibangun tahun 2003 dan sampai sekarang sudah mencapai 250 hektare.
Melihat kenyataan di lapangan dan masukan dari kelompok tani, kata Ahmad Hairin, Dirjen BPDASHL turut bangga melihat keberhasilan Kelompok Tani Sido Maju, sehingga memberikan dukungan untuk pengembangan lebih lanjut.
Pewarta: AriantoEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.