"Kami sangat konsen terhadap penanganan air, mengingat penting dan mendesaknya permasalahan ini yang masih menjadi masalah besar bagi Kotabaru," katanya.Kotabaru (Antaranews Kalsel) - Komisi III DPRD Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, melaksanakan kunjungan kerja ke Banjarmasin terkait penanganan dan pengelolaan pengairan dan drainase.
Ketua Komisi III DPRD Kotabaru Maulid Akbar di Kotabaru, Selasa mengatakan, tujuan pelaksanaan kunjungan kerja di Banjarmasin yang pengkajiannya terkait pengelolaan air dan yang berkaitan dengan permasalahan pengairan.
"Kami sangat konsen terhadap penanganan air, mengingat penting dan mendesaknya permasalahan ini yang masih menjadi masalah besar bagi Kotabaru," katanya.
Permasalahan air begitu kompleks, seperti krisis air bersih pada saat musim kemarau panjang yang kini masih terjadi, akibat belum maksimalnya keberadaan infrastruktur seperti bendungan atau waduk dan embung yang ada yang kapasitasnya masih terbatas.
Demikian pula pada saat musim hujan, maka tidak luput dari ancaman musibah banjir yang disebabkan tidak berfungsinya drainase dan kian menyempitnya badan sungai khususnya di kawasan perkotaan.
Menurut dia, dari hasil kunjungan kerja di Banjarmasin memang terdapat perbedaan yang mencolok dika dibanding dengan Kotabaru yang wilayahnya begitu luas dengan kemampuan keuangan daerah yang terbatas.
Wilayah Banjarmasin relatif kecil sehingga anggaran untuk infrastruktur bisa maksimal. Hal lain yang menguntungkan karena keberadaannya sebagai ibukota provinsi sehingga sejumlah fasilitas banyak diback-up oleh pemerintah pusat.
"Contohnya keberadaan jalan-jalan protokol yang anggarannya dari APBN, begitu dominan di Banjarmasin, sehingga APBD yang ada bisa diperuntukkan peningkatan sarana lain seperti revitalisasi sungai dan pengairan," katanya.
Sisi positif lain, yang dapat dipelajari adalah, pembagian tugas masing-masing dinas atau SKPD dalam penanganan bidang tertentu, misalnya antara pengairan dan drainase, peningkatan jalan, jembatan dan lain-lain ditagani oleh dinas berbeda.
Sementara di Kotabaru sejumlah bidang yang masih berkaitan itu rata-rata masih menjadi tugas dan tanggung jawab ada satu dinas, seperti cipta karya perumahan dan permukiman yang juga menangani masalah pengairan.
Pada bagian lain, menyangkut langkah antisipasi musibah banjir bersamaan akan tibanya musim penghujan, dewan mengusulkan kepada eksekutif agar mengadakan alat berat untuk menormalisasi sungai.
Namun dari rapat koordinasi dengan dinas bina marga, pembelian alat dinilai tidak efektif karena harus menganggarkan operator dan perawatan alat, sementara penggunaannya belum tentu setiap saat.
"Usulan dinas Bina marga agar penggunaan alat untuk normalisasi sungai di Kotabaru cukup dengan sewa alat atau rental, karena tidak lagi harus menanggung biaya operator dan perawatan, tapi anggaran diperuntukkan pada hasil pekerjaannya," kata dia.
Pewarta: Imam HanafiEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.