Kepala Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Banjar Musikatik di Kota Martapura, Senin mengatakan, pihaknya sudah menyosialisasikan kegiatan kearsipan aparatur desa.
"Sosialisasi diikuti 150 aparatur desa yang berasal dari 17 kecamatan dan mereka diharapkan memiliki keahlian dalam penatakelolaan kearsipan desa," ujarnya.
Ia mengatakan, ratusan peserta menerima materi sosialisasi mengenai pengantar kebijakan kearsipan Dan peran pemerintah desa, dan tata naskah arsip pemerintah desa.
Materi lain yang diberikan nara sumber yakni pengurusan surat pemerintah desa, pemberkasan dan klasifikasi arsip pemerintah desa, dan penyusunan arsip pemerintah desa.
"Seluruh materi berkaitan erat dengan pemerintahan desa terutama masalah administrasi dan kearsipan yang sangat penting bagi pemerintah desa," ungkapnya.
Menurut dia, tujuan sosialisasi meningkatkan fungsi arsip dalam administrasi pemerintahan desa yakni mengatur, mengurus, memberikan kepastian pelayanan.
"Selain itu, juga meningkatkan pengelolaan arsip bagi aparatur desa sesuai dengan kaidah kearsipan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.
Ia mengharapkan, seluruh peserta dapat mengetahui dasar hukum tentang pengelolaan kearsipan dan mampu memberdayakan pengelolaan arsip desa di wilayahnya.
"Diharapkan, arsip desa berfungsi dan bermanfaat dalam melayani dan memenuhi kepentingan masyarakat sehingga terwujud pelayanan yang prima," kata dia.
Dikatakan, aparatur desa adalah ujung tombak dalam proses pelayanan publik sehingga diharapkan memberi berkontribusi mendokumentasikan arsip-arsip terkait pemerintahan.
Ditekankan, melalui sosialisasi juga menumbuhkan pemahaman�aparatur pemerintah desa khususnya sekretaris desa yang memiliki keterampilan mendokumentasikan arsip penting.
"Saat ini, banyak program pembangunan yang melibatkan langsung pemerintahan desa, baik berupa anggaran dana�desa maupun yang lainnya," katanya.
Pewarta: Yose RizalEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.