Satelit National Oceanic and Atmospheric Administration atau NOAA  merekam 12 titik api di wilayah Kotabaru, Kalimantan Selatan.

"Belum diketahui secara pasti titik api tersebut apakah berasal dari kawasan hutan atau lahan milik masyarakat," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Wilayah I Semaras, Kotabaru Ali Aripin, Sabtu.

Menurut dia, banyak ditemukan kebakaran tetapi setelah didatangi ternyata kebakaran tersebut dilakukan warga untuk membersihkan lahan bukan di kawasan hutan.

Ditemukannya 12 titik api tersebut, kata Ali disampaikan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan saat bersosialisasi ke Kotabaru.

Sejak menurunnya curah hujan akhir-akhir ini banyak ditemukan warga Kotabaru melakukan pembakaran lahan dalam membersihkan lahan pertanian.

"Banyak warga di wilayah Pulau Laut Tengah, Pulau Laut Utara dan daerah lain melakukan pembakaran lahan untuk membersihkan lahan pertanian," katanya.

Membakar lahan adalah cara paling efektif dalam membersihkan lahan, selain biayanya murah juga lebih cepat dibandingkan dengan cara yang lain.

Ali mengaku, hingga saat ini belum menerima laporan adanya kebakaran hutan di wilayah Kotabaru.

Namun demikian, ia tetap waspada dan sigap dalam melakukan pemadaman jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan.

Kepala Bidang Tataguna dan Bina Produksi Hutan Dinas Kehutanan Kotabaru H. Sukrowardi, mengatakan, saat menjabat pelaksana tugas Kepala Dinas Kehutanan Kotabaru (28/6) mulai melakukan sosialisasi tentang kebakaran hutan dan lahan dengan dinas kehutanan provinsi kepada masyarakat di Semaras, Pulau Laut Barat, Kotabaru.

"Jauh-jauh hari kita sudah mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, dengan melakukan sosialisasi di daerah yang rawan terjadinya kebakaran," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat dalam membersihkan lahan tidak menggunakan cara dibakar, tetapi membersihkan lahan dengan cara dikumpulkan atau ditimbun.

Cara tersebut, menurut dia, akan menambah humus dan unsur hara pada lahan pertanian sehingga dapat menambah kesuburan lahan.

Sementara itu, informasi yang dihimpun menyebutkan luas kawasan hutan lindung di Kotabaru sekitar 139.645 hektare , suaka alam seluas 72.653 hektare, dan hutan produksi terbatas 11.651 hektare.

Kemudian kawasan hutan produksi tetap seluas 295.065 hektare, dan hutan konversi 27.982 hektare.(C/A)




Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026