Kadis Tanaman Pangan, Peternakan dan Perikanan Tabalong Ir M Saleh mengatakan, seharusnya petani sudah bisa tanam sejak Juli namun karena tingginya curah hujan menyebabkan lahan mereka terendam.
"Biasanya dalam satu tahun petani bisa tanam dua kali yakni di musim hujan dan panas, namun karena musim tak menentu menyebabkan lahan lebak di wilayah Selatan tak bisa ditanami padi," jelas Saleh, Minggu.
Saleh mengakui kondisi ini menyebabkan produksi padi turun, diperkirakan besarnya penurunan mencapai 3.000 ton.
Produksi padi 2010 hasil panen musim kemarau maupun musim hujan diperkirakan hanya mencapai 143.300 ton, padahal tahun lalu produksinya mencapai 144.200 ton.
"Karena sejumlah kecamatan gagal tanam, produksi padi kita pun turun dibanding 2009, diperkirakan penurunan sekitar 1.000 ton lebih," jelas Saleh.
Sementara itu untuk meningkatkan produktivitas padi di Tabalong, Dinas Tanaman Pangan, Peternakan dan Perikanan Tabalong mengembangkan beberapa varietas padi yakni ciherang, cibogo, situbegendit, infari dan batang gadis.
"Beberapa varietas padi memang telah kita kembangkan baik di wilayah Selatan dan Utara diantaranya ciherang, cibogo, infari dan batang gadis, dengan tujuan peningkatan produktivitas dan pendapatan petani," ujarnya lagi.
Untuk wilayah Utara yang kebanyakan merupakan daerah tadah hujan, petani banyak mengembangkan jenis padi gogo diantaranya di Desa Jaro, Hayub dan Masingai.
"Sebagai daerah tadah hujan, di wilayah Utara pun banyak terdapat sawah irigasi, karena itu petani lebih banyak memilih varietas padi gogo," tambahnya.
: Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.