Antusiasme masyarakat Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengikuti program sunatan massal gratis yang diselenggarakan Rumah Zakat cukup tinggi.

Branch Manager Rumah Zakat Cabang Banjarmasin Zainal Arifin, di Banjarmasin, Sabtu, mengatakan, minat masyarakat mengikuti sunatan massal cukup tinggi.

"Terlebih sunatan massal kali ini bertepatan dengan musim liburan sekolah," terangnya.

Namun karena sesuatu hal dan pertimbangan banyak hal peserta sunatan massal hanya dibatasi untuk 25 anak saja.

Ke-25 peserta sunatan massal tersebut berasal dari keluarga kurang mampu dan sudah mencukupi umur untuk disunat.

Sunatan massal yang digelar Rumah Zakat Banjarmasin yang pertama kalinya dilaksanakan di kantor cabang sebelumnya dilaksanakan disetiap kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

Selain gratis, peserta sunatan massal tersebut juga mendapatkan satu paket terdiri atas, selembar kain sarung, kopiah, baju koko dan yang lain.

Program sunatan massal merupaksan salah satu dari sejumlah program unggulan Rumah Zakat Banjarmasin dalam kepeduliannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Diantara program unggulan Rumah Zakat Banjarmasin, senyum sehat menyediakan berbagai pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu secara gratis.

Ia menambahkan, jumlah penerima manfaat dari dana yang dihimpun Rumah Zakat Banjarmasin hingga Maret 2011 sekitar 245 orang siswa SD hingga mahasiswa dan sekitar 80 ribu jiwa dari keluarga kurang mampu.

Sementara itu, donatur Rumah Zakat Banjarmasin hingga Maret 2011 berjumlah 850 orang sedangkan untuk donatur tetap baru sekitar 200 atau kurang dari 40 persen.

Rumah zakat Kalimantan Selatan pada 2011 menargetkan dapat menghimpun dana umat Islam didaerah tersebut yang berasal dari zakat, infaq dan shodaqoh sebesar Rp2,9 miliar.

Untuk tingkat nasional Rumah Zakat pada 2011 ditargetkan Rp271,4 miliar, sementara Rumah Zakat Kalsel diharapkan pada tahun yang sama mampu menghimpun dana umat sebesar Rp1,2 miliar.

Pada 2010, Rumah Zakat mampu menghimpun dana zakat, infak dan shodaqoh sebesar Rp1,2 miliar.

Jumlah tersebut lebih besar dibanding pada tahun sebelumnya Rp900 juta dan Rp700 juta pada 2008.(C/A)




Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026