Banjarmasin (ANTARA) - "Kamuna" (Caladium sp), tanaman sejenis keladi yang banyak tumbuh liar di daerah hulu sungai atau "Banua Anam" Kalimantan Selatan (Kalsel) kini bernilai ekonomi.

Oleh karenanya, H Djaini (60), seorang warga Desa Aluan Mati Kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel kini menanam/mengebunkan kamuna.

Pasalnya harga "bungkah" (umbi) kamuna di pasaran Barabai (165 kilometer timur laut Banjarmasin), ibukota HST per kilogram kini mencapai Rp5.000.

"Ulun (aku) baru beli bungkah kamuna Rp5.000/kg harganya lebih mahal dari 'gumbili kayu' (sengkong) yang hanya Rp3.000/kg," ujarnya menjawab Antara Kalsel saat berkunjung ke Desa Aluan Mati (sekitar tujuh kilometer dari Barabai).

"Kamuna ini kalau kita tanam dan rawat dengan baik bungkahnya bisa lebih tujuh kilogram per rumpun, berarti kalau kita jual mendapatkan duit minimal Rp35.000/rumpun," lanjutnya.

Cara menanam kamuna supaya banyak bungkahnya buat lobang agar besar atau berukuran 25 Cm X 25 Cm tinggi/dalam 25 Cm dikasih kompos terlebih dahulu.

"Satu borong atau ukuran 10 depa X 10 depa bisa ditanam 200 pohon/rumpun kamuna, dan sekitar enam - delapan bulan sudah berbungkah," demikian Djaini.

Bungkah kamuna selain bisa dimakan biasa sebagaimana halnya ubi kayu atau ubi jalar (gumbili layap), juga dapat sebagai bahan baku pastel/pargedel seperti kentang.



Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026