Bupati Hulu Sungai Tengah Harun Nurasid di Barabai, Selasa, mengatakan honor tersebut khusus diberikan kepada guru non-PNS di TK Al Quran, guru pondok pesantren, guru MDA, TK/RA, dan guru PAUD.

Barabai,(Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, mencairkan honor guru berstatus honorer tahap kedua sebesar Rp2.636.700.000 untuk 3.491 orang.


Bupati Hulu Sungai Tengah Harun Nurasid di Barabai, Selasa, mengatakan honor tersebut khusus diberikan kepada guru non-PNS di TK Al Quran, guru pondok pesantren, guru MDA, TK/RA, dan guru PAUD.

Penyerahan bantuan tersebut disaksikan oleh Sekretaris Daerah A. Agung Parnowo, Kepala Dinas Pendidikan Dia Udini, Kepala Kemenag Yamani, dan Ketua TP PKK Tintainah Harun Nurasid.

Dia mengatkaan guru honorer telah memberikan kontribusi yang besar terhadap pendidikan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah di tengah keterbatasan jumlah guru PNS yang dimiliki pemerintah setempat saat ini.

"Saya harap usaha dalam mencerdaskan bangsa tidak hanya dibebankan kepada pemerintah saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab semua pihak, keberadaan para guru honorer tersebut sangat membantu pemerintah," katanya.

Selain itu, kata dia, pemerintah juga bangga dengan keberadaan ustadz dan ustadzah di daerah setempat, karena mereka menjadikan generasi `qurani` yang berdaya saing dan mempunyai karakter sehingga akan berpengaruh besar terhadap pelaksanaan pembangunan.

"Saya harap pembagian honor ini dapat diselesaikan hari ini juga, sehingga bisa untuk menambah persiapan Lebaran," katanya.

Dia Udini mengatakan honorarium untuk mereka kali ini merupakan sebagai honorarium triwulan kedua dengan rincian, guru TK/TP Al Quran sebanyak 1.811 orang, guru pondok pesantren sebanyak 397 orang, guru MDA sebanyak 371 orang, guru TK/RA 438 orang, dan guru PAUD sebanyak 260 orang.

Pemerintah Hulu Sungai Tengah terus mengupayakan peningkatan sumber daya manusia, antara lain melalui program pendidikan 12 tahun dan pelatihan keterampilan bagi remaja dan para ibu.

  Program tersebut, katanya, sekaligus sebagai upaya pemerintah untuk menekan angka pengangguran dan menumbuhkan industri ekonomi kreatif bagi masyarakat.    

Pewarta: Ulul Maskuriah
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026