Provinsi Kalimantan Selatan peringkat ketiga yang penduduk miskinnya terendah setelah DKI Jakarta dan Bali.

Demikian kata Gubernur Kalimantan Selatan H. Rudy Ariffin usai pelantikan Ketua Umum Tim Penggerak PKK dan Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kalsel Hayatun Fardah Rudy Ariffin periode 2010-2015 oleh Pita Gamawan Fauzi di Banjarmasin, Minggu.

Dikatakan, Provinsi Kalsel dan Bali beberapa tahun terakhir selalu "kejar-kejaran" dalam jumlah penduduk miskin.

Menurut gubernur, keberhasilan pemerintah Kalsel meningkatkan kesejahteraan masyarakat terlihat dari kemampuan mengentaskan kemiskinan.

Dalam kesempatan berbeda, Rudy mengatakan, pada 2006 penduduk miskin di Kalsel masih 278.500 jiwa atau 8,32 persen.

Pada 2007 turun menjadi 233.500 jiwa atau 7,01 persen dan pada 2008 turun kembali menjadi 218.900 jiwa atau 6,48 persen.

Sedangkan pada 2009 penduduk miskin Kalsel kembali turun menjadi 175.977 jiwa atau 5,12 persen.

"Kalsel menjadi provinsi rangking tiga yang penduduk miskinnya terendah setelah DKI Jakarta dan Bali, ini bukti keberhasilan bersama dalam mengentaskan kemiskinan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rudy berharap kepada Dekranasda Provinsi Kalsel turut mengambil peran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan cara mendorong semangat masyarakat untuk kreatif dalam memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia.

"Tim Penggerak PKK dan Dekranasda dapat bekerja sama dengan Pemprov Kalsel untuk bersama-sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program unggulan," terangnya.


: Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026