Dalam peristiwa Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad Saw terungkap, anak yang saleh mendapat kedudukan tinggi dan istimewa di sisi Allah SWT.
"Karena itu wajar pula dan bahkan menjadi kewajiban bagi kaum muslim mendidik anaknya untuk menjadi seorang yang saleh," ujar ustadz H Fadli seorang dai di Banjarmasin, Sabtu (18/6), dalam suasana peringatan Isra Mi'raj Muhammad Saw 1432 Hijjriah.Pasalnya sebagaimana hadis Rasulullah Saw, bila mati anak Adam, putus hubungan, kecuali amal jariah, ilmu yang bermanfaat serta doa dari anak yang saleh selalu menyertai.
Menurut dia, untuk menjadikan anak saleh tersebut sudah barang tentu disertai dengan pendidikan, terutama pendidikan agama.Ciri-ciri anak saleh itu, antara lain selalu berbakti kepada orangtua serta mengikuti tuntunan ilahi dan rasulullah Saw.
Mengenai bakti kepada orangtua, dia menerangkan, semasa hidup, si anak saleh tak pernah sedikit pun menyakiti hati orangtuanya, baik dalam bentuk perkataan maupun perbuatan.Begitu pula ketika orangtuanya sudah meninggal dunia, si anak saleh tersebut selalu mendo'akan agar senantiasa mendapat kelapangan di sisi Nya dan ridla Allah Swt.
Untuk kependidikan agama seorang, sepenuhnya menjadi tanggung jawab orangtuanya, tak bisa diserahkan kepada orang lain atau sekolah, apalagi sekolah umum, tandasnya.Sebab yang namanya sekolah umum di Indonesia, sejak zaman penjajahan Belanda sampai sekarang, pelajaran agama paling banyak dua jam dalam sehari.
"Namun demikian, bukan berarti kita harus mengubah kurikulum sekolah umum tersebut agar porsi pendidikan agama diperbanyak. Tapi yang terpenting bagaimana cara orangtua agar anaknya memiliki kependidikan agama," tuturnya.Oleh sebab itu, pensiunan guru agama Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Banjarmasin tersebut, menyatakan, keliru kalau orangtua sepenuhnya menyerahkan pendidikan agama bagi anak pada sekolah.
"Pendidikan agama bagi anak tersebut hendaknya dilakukan sejak dini, dan tak cuma mengharapkan sekolah. tapi dari berbagai kesempatan di rumah tangga atau lingkungan keluarga serta masyarakat," demikian Fadli.*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.