Pemeliharaan saluran irigasi sudah selesai sehingga pasokan air bersih ke seluruh pelanggan kembali normal,"
Martapura, (Antaranews Kalsel) - Pasokan air bersih yang disalurkan Perusahaan Daerah Air Minum Intan Banjar, Kalimantan Selatan, kembali normal setelah selama hampir satu minggu mengalami gangguan.

"Pemeliharaan saluran irigasi sudah selesai sehingga pasokan air bersih ke seluruh pelanggan kembali normal," ujar Direktur Teknik PDAM Intan Banjar Said Umar di Martapura, Kamis.

Ia mengatakan, pemeliharaan saluran irigasi Riam Kanan yang airnya merupakan sumber air baku PDAM Intan Banjar berlangsung pada 5-9 Juni 2015.

Menurut dia, meski pun pada 9 Juni pemeliharaan saluran irigasi dengan cara mengeringkan saluran untuk membersihkan gulma sudah selesai tetapi distribusi air belum normal.

"Jaringan pipa yang kosong setelah distribusi air dihentikan memerlukan waktu diisi air kembali sehingga tidak seluruh pelanggan bisa kembali normal menikmati air bersih," ungkapnya.

Disebutkan, pelanggan yang belum normal menikmati air bersih terutama yang berada di dataran tinggi dan letaknya jauh dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Pinus.

"Namun, sejak Rabu (10/6) pasokan air bersih kepada pelanggan termasuk yang berada di dataran tinggi mulai normal sehingga seluruh pelanggan bisa menikmati air bersih," ucapnya.

Dikatakan, pemeliharaan saluran irigasi merupakan program rutin Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalsel untuk membersihkan saluran dari gulma dan tumbuhan air lainnya.

Pemeliharaan itu membuat IPA II Pinus yang mengolah air baku dari saluran irigasi menjadi air bersih tidak bisa produksi sehingga pasokan air ke pelanggan PDAM terganggu.

"Gangguan pelayanan air bersih akibat tidak beroperasinya IPA II Pinus dialami pelanggan di zona utama yang meliputi hampir seluruh wilayah Kota Banjarbaru dan Martapura," ujarnya.

Ditambahkan, jumlah pelanggan yang terdampak di zona utama itu mencapai 30 ribu sambungan rumah baik yang berada di Kota Banjarbaru maupun Martapura.

Pewarta: Yose Rizal
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026