...tidak ada gerakan radikalisme di Banjarbaru. Namun kami tetap berupaya mencegahnya melalui tugas dan teknis kepolisian,"
Banjarbaru, (AntaranewsKalsel) - Kepala Kepolisian Resor Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan AKBP Harun Yuni Aprin mengatakan, tidak ada gerakan radikalisme yang tumbuh maupun berkembang di kota itu.


"Sejauh ini, tidak ada gerakan radikalisme di Banjarbaru. Namun kami tetap berupaya mencegahnya melalui tugas dan teknis kepolisian," ujarnya di Banjarbaru, Senin.

Pernyataan kapolres itu menjawab pertanyaan wartawan di sela sosialisasi peningkatan wawasan penanganan konflik dan penandatanganan MoU penanganan paham radikalisme.

Menurut dia, meski pun paham dan gerakan radikalisme belum terdeteksi tetapi masyarakat diminta waspada sehingga tidak mudah terpengaruh gerakan negatif tersebut.

"Gerakan radikalisme umumnya merusak norma dan sendi kehidupan masyarakat sehingga kami berharap seluruh anggota masyarakat tidak terpengaruh," pesannya.

Ia juga berpesan kepada seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat agar bergerak cepat jika di lingkungannya mengetahui munculnya paham radikalisme.

"Informasi dan laporan masyarakat sangat diperlukan sehingga bisa kami bersama unsur terkait bisa mencegah paham radikalisme semakin tumbuh dan berkembang," ucapnya.

Ditekankan, paham radikalisme bisa diketahui melalui ajakan yang ingin merusak aturan dan tatanan kehidupan yang telah berjalan baik di tengah masyarakat.

"Ajakan seperti itu jangan sampai diikuti masyarakat. Namun kami yakin masyarakat Banjarbaru cerdas dan mampu menghindar dari ajakan yang negatif itu," ujarnya.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Banjarbaru Said Abdullah mengatakan, paham radikalisme disikapi melalui komunikasi dan silaturahmi agar tidak muncul dan berkembang.

"Intinya adalah komunikasi dan silaturahmi yang dijalin dengan baik sehingga paham radikalisme tidak bisa tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat," katanya.

Pewarta: Yose Rizal
Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026