...dana bantuan dari pemerintah pusat itu bisa digunakan untuk kegiatan fisik maupun non fisik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat desa,"Martapura, (AntaranewsKalsel) - Bupati Banjar, Kalimantan Selatan, Sultan Khairul Saleh meminta dana desa digunakan secara tepat dan terarah untuk pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
"Harapan kami, dana desa yang dikelola aparatur desa digunakan secara tepat dan terarah untuk kepentingan masyarakat," ujarnya di Martapura, Senin.
Ia mengatakan, dana bantuan dari pemerintah pusat itu bisa digunakan untuk kegiatan fisik maupun non fisik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat desa.
"Makanya, penggunaan dana desa kami minta tepat dan terarah sehingga masyarakat desa benar-benar bisa menikmati dana bagi pembangunan desa itu," ungkapnya.
Menurut dia, Pemkab Banjar melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) sudah menyiapkan aparatur pengelola dana bantuan pusat itu.
Dijelaskan, aparatur desa terdiri dari pembakal (kepala desa), sekretaris desa dan aparat kelurahan sudah mengikuti bimbingan teknis Sistem Informasi Keuangan Desa (Sikdes).
"Melalui bimbingan teknis itu diharapkan aparatur desa sebagai pengelola keuangan bisa menyusun anggaran sesuai kegiatan yang akan dilaksanakan," ucapnya.
Disisi lain, kata dia, aparatur desa bisa mengaplikasikan sistem informasi keuangan yang digunakan sehingga bisa mempertanggungjawabkan penggunaan dana tersebut.
"Penyusunan anggaran pendapatan dan belanja, rencana kerja pemerintah desa dan RPJM desa sebagai syarat pencairan dana desa sehingga harus disiapkan secara benar," ujarnya.
Dikatakan, dana desa bagi seluruh desa di Kabupaten Banjar sebesar Rp565 juta setiap desa yang berasal dari Alokasi Dana Desa melalui APBD ditambah dana desa dari APBN.
"Alokasi dana desa yang disiapkan dalam APBD Perubahan tahun 2015 sebesar Rp83 miliar termasuk dana yang dikucurkan pemerintah bagi setiap desa," katanya.
Pewarta: Yose Rizal: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.