"Artinya, pada Ramadhan ini tidak ada lagi barang bahan pokok dalam operasi pasar yang digelar pemerintah harganya mendapat subsidi sekian persen misalnya," ujarnya di Banjarmasin, Senin.
Menurut dia, subsidi harga barang digelar pasar murah yang biasa diberikan pemerintah bagi masyarakat memang ditiadakan.
Hal tersebut, lanjut Esya, karena aturan untuk memberikan subsidi pasar murah tidak ada dalam aturan pemerintah, hingga pihaknya pun masih mempelajari aturan penghapusan subsidi untuk pasar murah tersebut.
Namun nantinya jika hal itu dibolehkan, pihaknya pun telah menyiapkan anggaran subdisi sembako untuk Ramadhan tahun ini," ujarnya.
"Tetapi kalau tidak dibolehkan, anggaran tersebut akan dikembalikan ke kas daerah," ujarnya.
Meski ada masalah ketidak jelasan ini, kata Esya, pihaknya akan tetap membuka gelar pasar murah dan menyiapkan stand untuk menjual berbagai macam sembako yang tetap dijamin murah harganya di bawah yang dijual�oleh distribusi.
"Jadi misalnya harga gula di pasaran 12 ribuan, kemungkinan kalau harga distributor kurang, misalnya jadi 10 ribuan saja," katanya. �
Menjelang bulan Ramadhan, hampir semua harga bahan kebutuhan pokok mengalami kenaikkan drastis, yakni mulai dari beras, telur, bawang, gula dan lain-lain.
Sehingga, papar dia, operasi pasar murah tetap digelar dan diperuntukan untuk masyarakat ekonomi lemah.
"Karena operasi pasar murah ini untuk masyarakat perekonomian lemah maka akan ada kupon-kupon yang dibagi berdasarkan data yang tercatat di tiap kelurahan, dan satu orang hanya boleh satu kali belanja, selain itu, bahan pokok yang dijual tak lagi paket, melainkan per item," ujarnya.
Pewarta: Sukarli: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.