Saat ini sudah ada investor yang segera membangun industri perikanan yang memebutuhkan bahan baku ikan hasil tangapan nelayan lokal,"
Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Bupati Kotabaru, Kalimantan Selatan Irhami Ridjani menyatakan, Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Stagen, Pulaulaut Utara, Kotabaru, akan dijadikan puat industri perikanan di "Bumi Saijaan".

"Saat ini sudah ada investor yang segera membangun industri perikanan yang memebutuhkan bahan baku ikan hasil tangapan nelayan lokal," kata Bupati di Kotabaru Kamis.

Industri tersebut di antaranya, pengalengan ikan, dan tepung ikan yang dapat dijadikan bahan baku makanan.

Untuk mendukung PPI menjadi pusat industri perikanan, Pemkab Kotabaru akan memberikan banyak kemudahan dalam perijinan bagi investor yanh akan menanamkan modalnya di Kotabaru.

Bahkan kata Irhami, beberapaa tahun lalu ada investor mulai membangun industri perikanan di areal PPI Stagen. Namun belum selesai membangun inevstor tersebut meninggal dunia.

Sebelumnya, Bupati Kotabaru menginstruksikan kepada para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) khususnya Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal untuk mempermuda perijinan investasi yang masuk Kotabaru.

"Saya minta SKPD mempermudah perijinan investasi masuk, jangan sampai mereka mengeluh karena prosesnya yang panjang dan bertele-tele," tegas Irhami.

Penegasan tersebut disampaikan bupati, setelah menerima keluhan dari calon investor yang mengaku menemui kendala waktu untuk mengurus izin menanamkan modalnya di Kotabaru.

"Seperti Negara Vietnam, Jepang, dan Tiongkok apabila ada calon investor yang masuk ke wilayahnya mereka dijemput di bandara. Mereka juga memberikan kemudahan-kemudahan masuknya investasi," terangnya.

Bahkan bisa dimungkinan izin yang diperlukan hanya perlu waktu tujuh hari atau satu minggu, semuanya sudah beres. Wajar negara mereka kini maju dan berkembang pesat.

"Tidak seperti kita, proses perijinan bisa mencapai dua tahun. Kalau bisa satu minggu kenapa harus dibuat lama.?. Jangankan menjemput di bandara dipermuda sehingga investor bisa memperoleh izin yang cepat saja sudah sangat senang," tandasnya.

Keinginan bupati cukup beralasan, karena Irhami menginginkan bahwa dengan kemudahan perijinan diharapkan investor akan berbondong-bondong untuk menenamkan modalnya di Kotabaru.

Bupati mengharapkan masuknya investor dapat mendorong laju roda perekonomian di Kotabaru.

Dengan banyaknya investasi di Kotabaru, maka lapangan pekerjaan akan terbuka luas sehingga menyerap tenaga kerja lokal dan akhirnya kesejahteraan masyarakat akan meningkat.

Keberadaan industri di PPI Stagen juga mendukung program inovasi nelayan di Kotabaru.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kotabaru Talib, mengemukakan, satu-persatu program desa inovasi nelayan di Kotabaru mulai direalisasikan.

"Kegiatan mendukung program desa inovatif nelayan di Kotabaru, akan dibangunnya industri pengalengan ikan, dan rumput laut," katanya.

"Insya Allah setelah berjalan normal, industri rumah tangga di Kotabaru akan ditingkatkan menjadi industri besar yang dapat melayani pasar nasional dan internasional," tambahnya.

Kenapa harus industri rumah tangga terlebih dahulu, karena saat ini produksi rumput laut di Sarangtiung baru sekitar 10 ton per bulan, kemampuan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan home industri.

Sedangkan untuk industri berskala besar, memerlukan bahan baku rumput laut yang cukup besar, sementara kesiapan produktivitas akan rumput laut dari nelayan lokal, masih sangat terbatas.

Selain indutri rumpaut laut, di desa inovatif juga akan dibangun industri pengalengan ikan, dan menyusul industri-industri yang lainnya. Pelaku industri bukan hanya dari pemerintah, juga akan diikuti oleh swasta besar.

Pewarta: Imam Hanafi
: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026