Sangat banyak daerah yang menawarkan agar dibangun sekolah Islam terpadu ini, karena kurikulum yang kita pakai tidak hanya kurikulum pendidikan nasional, tetapi juga penguatan pendidikan agama Islam,"
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Lembaga pendidikan di Kalimantan Selatan, kini mulai mengembangkan Islam terpadu yaitu lembaga pendidikan yang tidak hanya memberikan pendidikan ilmu pengetahuan saja  tetapi juga pendidikan aqidah aklak, budi pekerti dan penguatan agama Islam.

    
Ketua Jariangan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Sukro Wahab di Banjarmasin mengatakan, perkembangan sekolah Islam terpadu sangat pesat dan telah berdiri hampir di seluruh wilayah Indonesia.
    
Terbukti, pada tahun 2003 baru terdapat 123 sekolah, dan  2006 menjadi 483 sekolah dan sekarang telah mencapai 2.192 sekolah di seluruh Indonesia.
    
"Sangat banyak daerah yang menawarkan agar dibangun sekolah Islam terpadu ini, karena kurikulum yang kita pakai tidak hanya kurikulum pendidikan nasional, tetapi juga penguatan pendidikan agama Islam," katanya.
    
Selain itu, kita juga selalu mengikut sertakan Allah dalam setiap ilmu pengetahuan yang disampaikan kepada para siswa.
    
Seperti misalnya, tentang terjadinya hujan, selama ini yang selalu diajarkan secara ilmu pengatahuan terjadinya hujan disebabkan adanya proses perpindahan air dari samudera, laut, sungai, danau dan sumber air lainnya ke atmosfer lalu kembali lagi menuju daratan.
    
"Selain ilmu tersebut, kita juga menyampaikan kepada para siswa, bahwa hal tersebut tidak akan terjadi tanpa campur tangan Allah, terbukti saat terjadi kemarau panjang, dan kita  melalukan shalat Istisqo', maka Tuhanpun menurunkan hujan," katanya.
    
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, Ngadimun pada sosialisasi kurikulum JSIT mengatakan, saat ini sekolah-sekolah saat ini sedang menunggu keputusan dari Kementerian Pendidikan, apakah kembali ke kurikulum 2006 atau 2013.
    
JSIT kata Ngadimun, memiliki kurikulum hampir sama dengan kurikulum 2013, sehingga sangat bagus untuk dikembangkan di daerah ini.
    
"Saya kira saya sangat mendukung dengan pengembangan JSIT ini, karena kurikulumnya cukup bagus untuk perbaikan proses pendidikan Kalsel," katanya.
    
Menurut Ngadimun, salah satu indikasi bahwa kualitas sekolah bagus adalah, kurikulum yang diterapkan membuat anak-anak senang untuk sekolah dan belajar.
    
"Saya kira kurikulum lembaga pendidikan JSIT sudah menuju kearah sekolah yang menyenangkan tersebut," katanya.
      
          
    


Pewarta: Ulul Maskuriah
Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026