Kalau semula ada lima yang mau saja jadikan sebagai pendamping atau selaku calon wakil gubernur (cawagub) Kalsel, kini tinggal tiga orang,"
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Mantan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan HM Rosehan Noor Bahri yang melamar pada sejumlah partai politik untuk bisa mengusung menjadi gubernur setempat, masih merahasiakan bakal pendampingnya sebagai calon wakil gubernur provinsi itu.

"Kalau semula ada lima yang mau saja jadikan sebagai pendamping atau selaku calon wakil gubernur (cawagub) Kalsel, kini tinggal tiga orang," katanya di Banjarmasin, Kamis.

Tapi mantan Ketua Dewan Pimpian Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalsel yang kini masuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu, belum bersedia menyebut nama-nama/identias bakal pendampingnya nanti.

Wakil Ketua DPD PDI-P Kalsel yang membidangi pemenangan Pemilu tersebut cuma menyebutkan, bakal pendamping dia nanti yaitu, satu orang yang masih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal daerah pemilihan provinsi ini.

Kemudian dua orang lagi, dari internal partai politik (parpol) yang menjadi pengusung, lanjut Rosehan yang juga Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) dan Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabsi) Kalsel itu.

Laki-laki kelahiran 12 April 1968 atau berbintang Aries itu optimistis dirinya yang bakal mendapat persetujuan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P sebagai calon gubernur (cagub) pada pemilihan kepala daerah atau Pilkada Kalsel Desember 2015.

Namun dalam Pilkada Kalsel tersebut PDI-P tak bisa mengusung sendiri, karena tidak memenuhi syarat, yaitu minimal mendapatkan 11 dari 55 kursi DPRD provinsi setempat dari hasil Pemilu legislatif (Pileg) 2014.

Oleh sebab itu, PDI-P yang cuma mendapat delapan kursi di DPRD Kalsel harus berkoalisi dengan parpol laiun, dan Rosehan sudah mendaftar/melamar Partai NasDem yang menempatkan tiga orang pada lembaga legislatif tersebut.

"Selain mendaftar/melamar sebagai cagub di NasDem dan partai sendiri, saya masih akan menambah dukungan atau mendaftar ke parpol lain," demikian Rosehan.

Dalam Pilkada Kalsel mendatang, semua parpol pemenang Pileg 2014 harus berkoalisi untuk bisa mengusung cagub setempat, kecuali Partai Golkar yang mendapat 13 kursi di DPRD tingkat provinsi tersebut.

Keanggotaan DPRD Kalsel yang berjumlah 55 orang dari hasil Pileg 2014 itu, dari Partai Golkar 13 orang, PDI-P delapan, PPP tujuh, PKB dan Partai Gerindra masing-masing enam orang.

Kemudia Partai Keadilan Sejahtera (PKS) lima orang, Partai Demokrat empat,NasDem tiga, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dua dan Partai Amanat Nasional (PAN) satu orang.


Pewarta: Syamsudin Hasan
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026