Sebagian sumber air bersih perusahaan daerah air minum Kotabaru, Kalimantan Selatan, sepakan terakhir mulai kritis, karena intensitas curah hujan mulai berkurang.
Direktur Perusahaan Daerah Air Minum Kotabaru Zulkifli AR, Selasa, mengatakan, akibat menurunya curah hujan akhir-akhir ini, debit air di beberapa titik mulai berkurang.
"Akibatnya PDAM mulai pekan ini melakukan jadwal giliran kepada para pelanggan," katanya.
Dikatakan, untuk sumber air di Gunung Mandin berkurang hingga 40 persen, dari 50 liter per detik menjadi 30 liter per detik.
Sumber air di Gunung Perak berkurang 80 persen, dari 10 liter per detik tersisa dua liter per detik.
Serta sumber air di Gunung Tirawan I berkurang 40 persen dari 10 liter per detik menjadi enam liter per detik dan Gunung Tirawan II berkurang 40 persen dari 30 liter per detik menjadi sekitar 20 liter per detik.
"Bahkan air waduk Gunun Gunung Ulin yang biasanya dapat menutupi jika terjadi kekurangan, namun saat ini tidak lagi dapat membantu," terangnya./C
Karena, waduk Gunung Ulin lima bulan ini dalam perbaikan.
Zulkifli berharap, dengan menurunya debit air di beberapa sumber mata air dan belum berfungsinya waduk Gunung Ulin, masarakat diharapkan untuk tetap bersabar dan menggunakan air bersih secara hemat.
"Terutama pelanggan di sekitar Gunung Mandin, Tirawan dan Gunung Perak," ujarnya.
Sementrara untuk distribusi air bersih untuk pelanggan di daerah yang lain masih relatif stabil, karena sumber air bersih di wilayah itu juga relatif cukup.
Diterangkan hingga saat ini, jumlah pelanggan PDAM di wilayah perkotaan mencapai kisaran 8.000 pelanggan, terdiri dari pelanggan rumah tangga mencapapai kisaran 80 persen sisanya pelanggan usaha, sosaial dan perkantoran./C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026