Mereka sangat jauh dari toko buku, sehingga untuk buku dan alat tulis apalagi pensil warna, mereka kesulitan untuk mendapatkannya, namun semangat mereka yang tinggilah yang paling penting,"
Balangan,  (Antaranews Kalsel) - Komunitas penulis PT Adaro dan komunitas wartawan Sanggam (julukan Kabupaten Balangan), Kalimantan Selatan, memberikan bantuan alat tulis bagi anak-anak di Sekolah Dasar (SD) yang dibangun secara darurat di Desa Tampaan, Kecamatan Halong.


Salah satu anggota komunitas penulis PT Adaro, Kadarisman di Paringin, Kamis mengatakan, semangat belajar anak SD Darurat sangat mengagumkan, walau dengan peralatan menulis seadanya karena jauh dari toko buku, namun tidak menjadi hambatan bagi mereka untuk belajar.

"Mereka sangat jauh dari toko buku, sehingga untuk buku dan alat tulis apalagi pensil warna, mereka kesulitan untuk mendapatkannya, namun semangat mereka yang tinggilah yang paling penting," katanya.

Semangat mendapatkan pelajaran itu lanjut Kadarisman, merupakan modal utama dalam pendidikan, karena tanpa keinginan, dukungan sebesar apapun akan susah untuk merealisasikannya.

"Ini patut dicontoh oleh masyarakat perkotaan yang berada dekat dengan sekolah dan toko buku lengkap, dengan fasilitas yang serba ada dan terjangkau, jangan sampai kalah dengan semangat anak-anak lereng meratus yang harus bersusah payah demi bisa baca tulis," ujarnya.

Petugas UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Halong, Eter Nabiring yang merupakan warga asli daerah setempat mengatakan, sangat senang dengan dukungan komunitas adaro dan kowas kepada pendidikan lokal.

"Kami sangat senang dengan kepedulian dan dengan dukungan yang ada, karena hal ini akan menambah semangat warga untuk menyekolahkan anak-anak mereka, dan Upt Dinas Pendidikan setempat akan memperjuangkan pembangunan SD kecil," ungkapnya.

Wartawan Antara yang tergabung dalam komunitas wartawan sanggam Balangan, Supriadi mengungkapkan, SD darurat tersebut dibangun untuk memudahkan anak-anak Desa Tampaan bersekolah, karena SD terdekat berjarak lebih dari satu jam berjalan kaki.

"SD terdekat ada di Desa Uren, Kecamatan Halong, yang berjarak lebih dari empat kilometer, sehingga SD darurat ini merupakan solusi yang sangat bagus yang dibangun dan dilaksanakan secara sukarela dan swadaya," ujarnya.

Bantuan buku dan alat tulis sangat berarti bagi anak-anak SD darurat ini tambahnya, dengan jumlah murid sebanyak 15 orang, dan berjarak sekitar 60 kilometer lebih dari pusat kota Kabupaten, akan sangat susah bagi mereka mendapatkannya.

"Bantuan buku dan alat tulis ini mungkin tidak seberapa bagi kita yang berada disekitar perkotaan, yang dekat dengan segala fasilitas, namun bagi anak-anak lereng meratus yang jauh dari toko buku, itu sangat berarti bagi mereka," ungkapnya.

Kita berharap akan terealisasi sebuah SD kecil yang dibangun oleh pemerintah dilokasi tersebut, namun tentu saja itu perlu waktu, karena harus melewati berbagai prosedur di Dinas Pendidikan.

"Warga mengatakan sudah ada rencana pembangunan SD kecil di desa tersebut yang dikatakan oleh pihak Dinas Pendidikan, kita do`akan saja semoga hal itu cepat terealisasi," katanya.

Dengan demikian, warga setempat dapat belajar dengan nyaman dan lancar.

"Kami  juga sangat senang dengan dukungan komunitas adaro dan kowas kepada pendidikan lokal," katanya.

Pewarta: Roly Supriadi
Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026