Permintaan itu dikemukakan Ketua dan Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel masing-masing, Muhammad Ihsanudin dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) serta Burhanuddin dari Partai Bintang Reformasi (PBR) di Banjarmasin, Jumat.
Ketua dan Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel yang juga membidangi kepariwisataan, pemuda dan olahraga itu mengemukakan permintaan tersebut, setelah studi banding ke Sumatera Selatan (Sumsel) beberapa waktu lalu.
Wakil rakyat Kalsel itu mengaku terkesan dengan pembangunan sport center "Jaka Baring" Palembang "Bumi Sriwijaya" Sumsel, yang sebagian besar atau 95 persen lebih pembiayaannya bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi setempat.
"Sebagian besar biaya pembangunan sport center Jaka Baring Palembang itu, termasuk partisipasi PT Bukit Asam, sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pertambangan batu bara," ungkapnya.
Padahal produksi batu bara perusahaan "plat merah" di Bumi Sriwijaya itu per tahun hanya sekitar 10 juta ton atau jauh lebih kecil dari produksi PT Adaro yang beroperasi di daerah hulu sungai Kalsel.
Oleh sebab itu, kedua wakil rakyat dari PKS dan PBR tersebut juga berharap, partisipasi PT Adaro terhadap rencana pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel membangun sport center, yang bakal dibangun di Banjarbaru (sekitar 35 kilometer dari Banjarmasin).
Apalagi produksi batu bara perusahaan besar yang menggunakan fasilitas penanaman modal asing (PMA) dan beroperasi di "Banua Enam" Kalsel tersebut sekarang mencapai 40 juta ton lebih/tahun.(shn/B)
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.